Kamis, 25 Agustus 2016

DR. H. Sa'duddin, M.M. : "Pemuda Harapan Seperti Thariq Bin Ziyad itu Harus Mempunyai Mimpi"





Karena ada dorongan hati untuk mengabdikan diri di wilayah Bekasi, Beliau (Sa’duddin – pen.) memutuskan untuk keluar dari Lembaga Khairu Ummah dan kembali hijrah ke Bekasi pada tahun 1994 dengan mengontrak rumah di Perumahan Bulak Kapal Permai. Ketika Beliau berdomisili di Bekasi, Beliau bergabung dengan Yayasan Al-Muslim. 

Perannya sebagai penggagas SD Islam Terpadu Al-Muslim mendorong pihak Yayasan Al-Muslim untuk mengamanahi beliau menjadi kepala SDIT Thariq Bin Ziyad Al-Muslim. Nama Yayasan Thariq Bin Ziyad sebenarnya telah didirikan Belaiu bersama teman-teman dakwahnya. Akan tetapi, mengingat tidak sedikitnya dana yang harus disiapkan untuk mendirikan Lembaga Pendidikan di bawah naungan Thariq Bin Ziyad, akhirnya Beliau memutuskan untuk bekerja sama dengan Yayasan Al-Muslim Bekasi. Beliau menjalani profesi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala SDIT Thariq Bin Ziyad Al-Muslim juga merangkap sebagai supir antar jemput siswa yang saat itu baru berjumlah belasan orang.

Pada tahun 1996, beliau memutuskan untuk keluar dari Yayasan Al-Muslim, mengingat adanya perbedaan prinsip dan visi misi pengembangan lembaga pendidikan. Setelah itu, Beliau menggagas berdirinya SDIT Thariq Bin Ziyad secara mandiri. Tahap awal yakni satu tahun pertama, proses belajar-mengajar SDIT Thariq Bin Ziyad diselenggarakan dengan menyewa ruangan kelas yang berada di area Masjid Amar Ma’ruf Bulak Kapal. Tahun 1997, Belai memperoleh fasilitas sosial di wilayah Perumahan Pondok Hijau Permai seluas 1.500 m2. Dibangunlah gedung SDIT Thariq Bin Ziyad untuk pertama kalinya melalui dukungan dari para donatur dan pihak Yayasan Thariq Bin Ziyad. 

Mulai saat itu tahun 2006, Ustadz Sa’duddin sebagai ketua Yayasan Thariq Bin Ziyad berkomitmen untuk meluaskan perannya dalam mewujudkan pembinaan pendidikan siswa-siswi yang berkesinambungan mulai pendidikan Usia Dini (TKIT) sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA-IT). Dengan dukungan masyarakat luas, Beliau berharap sekolah ini mampu menjadi sekolah unggulan baik dari sisi kualitas maupun dari sisi moralitas.
Yang  menjadi dasar pemikiran DR. H. Sa’duddin, MM. dalam mengembangkan lembaga pendidikan dan dakwah adalah firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surat Ali Imron (3:140) berikut.

“... dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Demikian juga firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surat Annisa (4:9) berikut.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka... “

Beliau berpandangan bahwa jika kita mampu melakukan tadabur terhadap ayat Allah tersebut, sebagai orang yang beriman kita wajib meyakini bahwa Allah Swt. akan mengembalikan kejayaan dan kepemimpinan atas peradaban dunia ini kepada Kaum Muslimin yang benar-benar memiliki kesiapan untuk mengemban amanah sebagai pemimpin. Sosok dan karakter pemimpin yang dibutuhkan tentunya merupakan visualisasi dari kekuatan dan kesatuan Umat atau Generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu mengemban amanah melanjutkan risalah Islam yang mulia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berupaya mewujudkannya sebagai salah satu bentuk pengabdian dan amal saleh kita kepada Allah Swt. dan secara turun-temurun kesadaran akan tanggung jawab mengembalikan kejayaan Islam tersebut kita wariskan kepada generasi penerus agar Umat ini memiliki harapan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Pewarisan nilai-nilai tersebut tentu saja harus dimulai dengan membentuk karakter umat atau generasi sesuai panduan Qur’ani yang sangat penting untuk dimulai sedini mungkin. Tidak ada kata terlambat atau menyerah sampai allah Swt. menentukan takdir-Nya bagi kita semua. Oleh karena itu, modal utama bagi generasi umat ini dalam kehidupan untuk dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat harus benar-benar kita investasikan secara baik dan tepat serta dapat kita pastikan menghasilkan generasi terbaik umat ini.
Fokus perhatian kita bagi lahirnya generasi masa depan harapan umat tentunya harus dimulai dengan memberikan pendidikan yang aik dan berkualitas. Hal ini telah dicontohkan oleh generasi terbaik umat terdahulu. Pendidikan yang bernuansa keislaman memegang peranan yang sangat penting bagi lahirnya generasi umat. Pendidikan Islam mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik, menciptakan iklim pergaulan sosial yang lebih bermartabat, dan pada akhirnya menghadirkan berbagai kemajuan bagi bangsa dan negara.

Yayasan Thariq Bin Ziyad yang berdiri sejak tahun 1994 ini telah berupaya untuk menghadirkan sekolah Islam terpadu yang berkualitas dengan standar yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan. Selain itu, dikombinasikan pula dengan adanya muatan pendidikan Islam yang komprehensif untuk melahirkan generasi yang shaleh dan cerdas sesuai dengan cita-cita umat ini.

Pertumbuhan sekolah-sekolah Islam terpadu di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Thariq Bin Ziyad sebagai perpanjangan tangan dari Yayasan Thariq Bin Ziyad telah terlihat perkembangannya secara nyata sangat pesat dan ke depannya akan terus ditingkatkan kualitasnya. Kenyataan yang ada pada saat ini adalah hasil dari mimpi di masa lalu. Mimpi saat ini Insya Allah akan menjadi kenyataan pada masa yang akan datang.[ ]

Sumber :

Biografi DR. H. Sa’duddin MM (Bupati Bekasi Periode 2007-2012) oleh DR. Sukarmawan, M.Pd.

Rohis SMAIT TBZ Gelar Islamic Solidarity For Palestina Bersama KNRP Kota Bekasi




Assalamualaikum. Khaifa khaluk akhi wa ukhti, aktifis Rohis SMA/MA se Bekasi? Semoga Allah senantiasa memberikan antum kesehatan, keimanan dan keteguhan terhadàp komitmen dalam jalan Dakwah. Aamiiin ya Robbal'alamin.

Pada dasarnya, jalan dakwah itu terjal dan berliku. Penuh dengan onak dan duri. Itulah yang membuat para pengembannya insyaAllah akan mendapatkan tempat yang terbaik di syurganya Allah. Tingkat kesulitan pengorbanan kita akan mempengaruhi bobot timbangan amal sholeh kita di padang Mahsyar kelak. Untuk saat ini, alhamdulillah kita hanya berperang dengan nafsu dan kemalasan kita. Namun saudaraku, kondisi kita jauh berbeda dengan saudara se aqidah kita di negara yang membantu kemerdekan Republik Indonesia, yaitu Palestina.


Saudara kita disana sedang dijajah, dibombardir oleh Yahudi Laknatulloh. Mereka mengatasnamakan negara Israel. Negara yang memang tidak punya tanah. Tapi mereka saat ni merampas tanah saudara se aqidah kita, yaitu Bangsa Palestina. Lalu, apa yang dilakukan oleh mereka dalam mempertahankan wilayah mereka? Apa kontribusi terbaik kita untuk mereka sebagai saudara sesama muslim? Apakah kita akan diam saja? Dimanakah hati nurani kita????
Oleh karena itu saudaraku, kami dari Rohis Thariiqul Falaah SMA IT Thariq Bin Ziyad mengundang anggota rohis ikhwan dan akhwat di Bekasi dan sekitarnya untuk membuka matahati kita utk sama-sama mengetahui keadaan saudara kita disana dalam agenda "Seminar Edukasi Peduli Palestina" yang insya Allah akan dilaksanakan pada :


-Hari/tgl : Sabtu 12 Maret 2016
-Waktu : 09.00 WIB - selsai
- Tempat : Kantor Sekretariat KNRP Kota Bekasi, Ruko Betos, blok J no.9


Agar menambah keberkahan dan agar acara kita ini tidak hanya menjadi tontonan belaka, kami menantikan partisipasi kader rohis ikhwan ataupun akhwat sekalian untuk menyiapkan donasi terbaiknya. Insya Allah donasi tersebut akan kita kumpulkan dan kita salurkan melalui KNRP Bekasi.
So, Mari rapatkan barisan dengan bergabung pada acara ini.
Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan jazakumulloh khoiron katsiron.
Wassalamualaikum.


 
Salam,
Alfarobi Badruzaman
ketua Rohis

Jumat, 26 Februari 2016

[Video] Subhanallah Nasab Imam Syafi'i Bertemu Dengan Nasab Rosulullah Muhammad SAW



Bersama KH. Taufiqurrahman SQ, di Acara Parenting Akbar POMG SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya, inilah cuplikan videonya :


[Intajiyah/DM]

Selasa, 09 Februari 2016

Ketua Dewan Pembina JSIT Pusat, Dr. Fahmy Alaydroes : "Sekolah Islam Terpadu Harus Lahirkan Insan Robbani"



Dr Fahmy Alaydroes , Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), mengatakan, JSIT dibentuk agar sekolah dapat mendidik anak-anak dengan cara-cara yang diperintahkan Allah SWT atau menjadi Insan Robbani.

Fahmy berujar, konsep Islam terpadu yang dikembangkan sekolah-sekolah yang tergabung dalam JSIT merupakan sebuah model yang tepat untuk digunakan dalam dunia pendidikan.
Tujuan dari model yang tepat dan efektif adalah untuk menciptakan anak-anak yang mampu memimpin orang-orang muttaqin,” ujar Fahmy saat memberikan pengarahan dalam acara Seminar dan Sosialisasi Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Sekolah Islam Terpadu dia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Jumat (5/2).

Fahmy menuturkan, sekolah Islam terpadu tak hanya mendidik anak-anak untuk menjadi hebat dan pandai di dunia saja, tetapi juga untuk akhirat. Karena itu, kata dia, seluruh pengelola sekolah Islam terpadu harus dapat menyusun dan menyiapkan sekolah yang akan melahirkan generasi yang kuat.

Pembelajaran di sekolah Islam terpadu, kata dia, jangan sampai miskin stimulasi. Ia mengingatkan, “Tujuan utama sekolah Islam terpadu untuk membentuk karakter umat yang cerdas dan bertakwa,” ujar Fahmy.

Ketua Umum JSIT Indonesia Sukro Muhab mengatakan, pihak yayasan dan kepala sekolah Islam terpadu harus terintegrasi. Selama ini, kata dia, kepala sekolah telah banyak mendapatkan wawasan Islam terpadu, namun pihak yayasan belum. Menurut dia, perlu ada sosialisasi pengelolaan sekolah Islam terpadu bagi pengelola yayasan.

Dengan begitu, kata Sukro, ada terintegrasi yang baik antara yayasan dengan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah Islam terpadu. “Kepala sekolah sering melakukan kegiatan mendapatkan wawasan dengan pelatihan, sosialisasi konsep SIT, pemahaman yang sama juga harus didapatkan oleh yayasan sehingga dapat selaras dan semakin kuat untuk membumikan sekolah Islam Terpadu,” papar Sukro.

Ia menuturkan, sekolah Islam terpadu memiliki tiga kurikulum yang berbeda dengan sekolah lainnya. Sekolah Islam terpadu menggunakan kurikulum nasional, kurikulum kekhasan Islam terpadu, dan kurikulum pengembangan diri.

Dalam kurikulum kekhasan ini, guru dan siswa diharapkan dapat mempelajari pelajaran umum dengan memperluas wawasan keagamaan dan mengintegrasikannya dengan ajaran Islam. (Republika/Islamedia/RATNA AJENG TEJOMUKTI )

Apresiasi Sang Guru Ngaji Kepada Film Religi "KETIKA MAS GAGAH PERGI" KMGP Oleh Salim A. Fillah


MALU PADA SI GANTENG
-dan berjuang menjadi gagah-
@salimafillah

Saya tercenung-menung membayangkan lika-liku hidup lelaki ganteng itu. Dia mengalami begitu banyak hal di masa lalu yang mungkin, -bagi ukuran psikologi kita hari ini-, dapat menjadi pembenaran untuk kelak berperilaku menyimpang.

Pertama; saat masih menjadi bocah kecil, sibling rivalry (persaingan antar saudara) di dalam keluarganya telah amat parah. Dengki kakak-kakaknya pada dirinya begitu tinggi. Kebencian pada adik sendiri itu meruyak menjadi permufakatan yang amat jahat.

Kedua; dia mengalami percobaan pembunuhan yang amat sadis, dilempar ke dalam sumur menjelang senja. Bayangkan sosok mungil itu direnggut dari Ayah & Bunda yang menyayanginya, terluka, sendirian, sempit, gelap, sunyi. Pengalaman semacam ini amat memicu trauma. Claustrophobia (takut pada ruang sempit tertutup) dan Auchlophobia (takut pada gelap) dapat menjadi gejala yang membayangi hidupnya.

Ketiga; dia menjadi korban human trafficking (perdagangan manusia). Kafilah niaga yang tak sengaja menemukannya ketika mengulurkan timba ke dalam sumur bersegera menjualnya sebagai budak dengan harga amat murah.

Keempat; dia mengalami sexual abuse (kekerasan seksual) dari orang yang amat dihormatinya. Nyonya rumah yang muda & cantik itu mengurungnya di ruangan tertutup, menggodanya, & menarik bajunya hingga robek. Lalu ketika Sang Tuan pulang, wanita bertipudaya itu balik memfitnahnya.

Kelima; dia mengalami sexual harrasment (perundungan seksual); ketika dengan niat balas dendam atas pergunjingan para wanita bangsawan padanya, oknum istri pejabat yang menggodanya itu menghimpun sebuah perjamuan, memaksa sang bujang tampil dengan pesonanya di tengah mereka. Para wanita yang mengiris jari itu, memintanya melakukan 'sesuatu' yang dijawabnya, "Duhai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada melakukan apa yang mereka ajakkan padaku."

Keenam; kriminalisasi. Dia harus hidup dalam penjara bukan karena kesalahannya. Dari sebuah kehidupan bangsawan yang megah dan mewah dia dijerembabkan ke dalam sel yang sempit dan jorok. Dia menjalaninya dengan tetap berdakwah pada kawan sejerujinya.
Ketujuh; pengkhianatan. Kawan yang dinubu'atkannya akan bebas dan menjadi penuang minuman raja, telah dipesan agar menyebut tentang dirinya di hadapan sang penguasa demi tegaknya keadilan. Tapi kawan itu lupa. Bertahun-tahun lamanya.

Jikapun sampai di sini saja; bukankah cukup alasan baginya untuk merasa bahwa hidupnya hancur, untuk menyimpan dendam, untuk merasa dunia ini kejam, untuk menyalahkan berbagai pihak & hal, serta untuk melakukan sesuatu yang keji namun selalu ada pembenarannya?

Tapi si ganteng itu memang menakjubkan. Dia tampil untuk menjadi penyelamat negeri dari paceklik mematikan. Dia tampil menanggung amanah yang tak sanggup dipikul orang lain. Dia mampu mengampuni semua yang pernah berlaku buruk dan menjadi sebab segala jatuh bangun dan seak-seok hidupnya. Dia rangkul sebelas bintang, bulan, dan matahari yang hendak bersujud itu supaya bersatu dalam pelukan damai, silatil arham, dan kemaafan.

Si ganteng itu, Yusuf 'Alaihis Salaam.

Maka di awal hikayat Allah menyebut kisahnya sebagai "sebaik-baik ceritera". Maka di akhir penceritaan Allah menegaskan bahwa dalam sebaik-baik kisah itu terdapat 'ibrah, pelajaran bagi orang-orang yang mendalam pemahamannya.

Dan kita amat ingin belajar menjadi si ganteng yang amat gagah menghadapi segala ketentuan Allah pada dirinya. Gagah justru karena bersandar kepada Allah. Sebab kuat lemahnya seseorang tergantung siapa sandarannya.

Sepahit apapun hidup kita, segetir apapun pengalaman diri, separah apapun lika-liku yang kita lalui; Yusuf adalah hujjah Allah agar kita tetap gagah menghadapi hidup ini. Semua insan hidup dalam berbagai bentuk ujian. Barangkali bentuknya tak serupa. Pun pula kadarnya berbeda. Tapi hakikatnya tetap sama.

Kepada kawan-kawan yang diuji dengan SSA (Same Sex Attraction) misalnya, menarik mundur garis waktu mungkin memang membuat Anda menemukan pembenaran diri dan sesuatu yang dapat disalahkan. Tapi jalan yang gagah adalah untuk tetap kembali pada Allah, mendengarkan nurani, dan menyimak apa firmanNya tentang tetap nista dan buruknya jalan untuk jatuh ke dalam aktivitas LGBT.

Semua insan diuji baik ketika berhadapan dengan syubhat bagi fikirannya maupun syahwat bagi hawa nafsunya. Rekan-rekan yang normalpun diuji Allah dengan betapa maraknya perzinaan, dan betapa dahsyatnya 'aurat diumbar. Semua diuji, ketika di gadget kita, berpindah dari keshalihan pada kemunkaran hanyalah satu kali klik atau satu sentuh tap.
Maka dibanding mereka, ujian anda hanya ditambah satu hal lagi; bahwa goda-goda syaithani bukan hanya lewat lawan jenis, melainkan melalui yang jauh lebih dekat, lebih akrab, lebih samar, lebih liar, lebih menantang.

Maka jadilah gagah karena selalu terhubung kepada Allah. Jadilah gagah dalam fikir karena syubhat tentang keadaan kita telah disibak oleh Quran. Jadilah gagah dalam rasa karena syahwat yang hendak menarik kita dalam dosa telah selalu kita adukan dengan taubat nashuha dalam hening bersamaNya.

Dia yang memperjalankan Yusuf dalam sebaik-baik kisah, juga menjaminkan sebaik-baik akhir bagi yang berani bertarung untuk menaklukkan syahwat dan hawa nafsunya.
"Dan adapun orang yang takut pada keagungan Rabbnya dan mencegah diri dari hawa nafsunya; maka surgalah tempat tinggalnya." (QS An Naazi'aat [79]: 40-41)

Selamat berhijrah. Selamat berjihad. Selamat menjadi gagah dengan bersandar kepada Allah. Dan selamat menonton "Ketika Mas Gagah Pergi", ‪#‎kmgpthemovie‬, yang di dalamnya ada pesan Mas Fisabilillah untuk "Move on! Moving on where? To what Allah say yes! Yes untuk sesuatu yang lebih baik!"

Sumber : FB Salim A. Fillah

Rabu, 03 Februari 2016

Inilah Pemenang Lomba Foto Bersama Ayah “FatherDay-Family Day” TKIT Thariq Bin Ziyad





Bertempat di gedung baru Preschool Thariq Bin Ziyad pada hari Sabtu, 23 Januari 2016 TKIT Thariq Bin Ziyad mengadakan lomba foto bersama ayah. Selain lomba foto ada juga lomba kreativitas lainnya dalam rangkan memeriahkan acara “Father Day atau Family Day” yang diadakan secara rutin di TKIT Thariq Bin Ziyad yang sekarang sudah dikembangkan menjadi Preschool karena selain ada kelas TK A dan TK B, ada juga kelas Kelompok Bermain (KB) dan Toddler (Pengasuhan Usia dini).

Ibu Indriani Mukim, S.Pd selaku kepala Preschool TKIT Thariq Bin Ziyad menjelaskan bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas seorang ibu, tetapi ayah juga memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak. Untuk memberikan perhatian kepada mereka yang sudah tidak memiliki ayah atau ibu maka acara ini tidak hanya “Father Day” semata, maka disebutlah dengan acara “Family Day”. Pada ajang lomba foto bersama ayah semua peserta didik mulai dari kelas TK A dan TK B, ada juga kelas Kelompok Bermain (KB) dan Toddler (Pengasuhan Usia dini).

Juri lomba yang juga melibatkan awak Media Intajiyah Online yang diamanahkan untuk memilih 3 peserta lomba pilihan yang terbaik berdasarkan criteria yang ada maka terlebih dahulu juri telah memilih foto terbaik dari setiap kelas, setelah itu dirangking berdasarkan kriteria yang ada yakni dari sisi pencahayaan, focus, tema, keunikan dan sisi simetris dari foto yang ada.



Inilah 8 Besar peserta terpilih setiap kelas sesuai kriteria :

1
Fathan (toddler)
2
Khalisha (PG)
3
Zirly (A1)
4
Adzkiya (A3)/Aisyah (A3)
5
Mahes (B2)
6
Hafizh (B3)
7
Abghi (B1)
8
Khalifi (A2)

Dan inilah pemenangnya sesuai perolehan nilai masing-masing :





NO
NAMA
JUMLAH
JUARA


1
Fathan (toddler)
442


2
Khalisha (PG)
444


3
Zirly (A1)
445
3

4
Adzkiya (A3)/Aisyah (A3)
443


5
Mahes (B2)
446
2

6
Hafizh (B3)
448
1

7
Abghi (B1)
439


8
Khalifi (A2)
444



[DM]

POMG SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya Gelar Parenting Akbar Bersama KH. Taufiqurrahman, SQ.










Bekasi_(Media Iantajiyah Online). Sebanyak lima ratus lebih orangtua murid SDIT Thariq Bin Ziyad ikut serta dalam acara Parenting Akbar di SDIT Thariq Bin Ziyad pada Sabtu, 30 Januari 2016. Kegiatan ini merupakan acara puncak parenting yang diadakan secara berjenjang mulai dari tingkat Korlas (Kooordinator Kelas), Koordinator Jenjang (Korjen) yang diadakan secara rutin setiap bulan, triwulan atau semester, demikian pernyataan Kepala sekolah SDIT Thariq Bin Ziyad saat memberikan sambutan pembukaan di acara tersebut.

POMG setiap bulannya selalu mengadakan kegiatan antara lalin pengajian bulanan. Tujuannya adalah selain untuk menambah ilmu agama (Islam) juga untuk lebih meningkatkan kedekatan dengan sekolah dan guru agar bisa bersinergi dengan orangtua dalam mendidik putra-putrinya di SDIT Thariq Bin Ziyad. Sambutan dari POMG yang disampaikan oleh Ibu Endang, beliau sangat memberikan apresiasi kepada segenap orangtua murid SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya yang telah membantu dan berkontribusi pada acara tersebut.

Ucapan terima kasih beliau juga khususnya kepada pada suami dari pengurus POMG yang telah mengizinkan istri-istrinya untuk aktif bersama POMG dalam menjalankan amanah pendidikan di Sekolah Islam Terpadu Thariq Bin ziyad. Semoga hal ini menjadi langkah awal untuk membangun segitiga emas kerjasama baik di rumah maupun di sekolah. Parenting Akbar tahun ini menghadirkan pembicara yang merupakan lulusan sarjana dan pasca sarjana Institut PTIQ Jakarta KH. Taufiqurrahman SQ.

Dalam acara Parenting Akbar yang dipandu oleh Bapak Manajer Pembinaan dan Qur'anLPIT Thariq Bin Ziyad Bapak Drs. H. Muhammad itu para peserta sangat antusias mengikuti acara yang bertema "Mendidik Anak Ala Rosulullah". Pembicara dengan penuh humor yangsegar dan mendidik menjadikan peserta lebih semangat untuk mendengarkan paparan dan nasehat terutama terkait dengan akronim dari ANAK itu sendiri yakni A = Amanah, N = Nikmat, A = Akhlak  dan K = Kaaffah. Sampai pada sesi tanya jawab beberapa perwakilan orangtua banyak yang menyampaikan pertanyaan kepada narasumber.

Terkait dengan amanah yang diterima orangtua terkait dengan anaknya maka rosulullah mengajarkan kepada ummatnya untuk memberi nama yang terbaik, mengajarkan alkitab yakni al-quran dan assunnah serta menjadikan Rosulullah sebagai tauladan dala aqidah, ibadah dan akhlak. Semoga apa yang digulirkan oleh Lembaga dan Yayasan Thariq Bin ziyad yakni menguatkan simpul (A3B) Akhlak, Al-Qur'an, Akademik dan bahasa untuk menuju Trendsetter sekolah Islam Unggulan sebagaimana yang dicita-citakan akan tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. Wallahu a'lam. [DM]

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.