Minggu, 16 Oktober 2016

Reportase : Direktur LPIT Hadiri Pareting Akbar Kelas 4 5 6 SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya





Tahun pelajaran baru 2016-2017 sudahmemasuki pertengahan semester satu. SDIT Thariq Bin Ziyad dan POMG (Persatuan Orangtua Murid dan Guru) atau Komite Sekolah kembali menggelar acara parenting akbar. Yang menarik pada parenting tahun ini adalah, tema dan pembicaranya , kata Ibu Nining selaku ketua panitia Parenting Akbar kelas 4, 5 dan 6 SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya. Tema ini sudah dari awal dipersiapkan oleh panitia untuk optimalisasi media internet dan menyikapi keluhan serta antsipasi orangtua menangkal dampak buruk teknolologi konukikasi dan informasi terutama game onlinenya.

Pembicaranya adalah Bunda Neno Warisman, yang sudah tidak asing lagi di masyarakat kita. Apalagi di DKI Jakarta yang beberapa waktu lalu beliau terkenal dengan JakLover-nya. Yang berusaha mengundang Ibu Tri Risma Maharini dari Surabaya untuk datang ke Jakarta. Namun dalam proses perjalanannya tidak jadi datang ke Jakarta. Bagi Bunda Neno Warisman Ibu Risma bukan hanya person atau vigur tapi karakternya yang dia terus suarakan secara viral meski dia tidak jadi ke Jakarta, demikian dikatakan Bun Neno kepada Media Intajiyah Online (MIO) sesaat sebelum ia tampil di acara parenting Akbar.

Acara yang digelar di Mustika Convention Hall (MCH) pada Sabtu, 15 Oktober 2016 itu dihadiri oleh sekitar 350 peserta, terdiri dari orangtua siswa kelas 4, 5 dan 6. Menurut Ibu Endang selaku ketua POMG kegiatan ini adalah bagian dari program POMG dan juga Sekolah yang sudah bersinergi. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya merealisasikan kerjasama segitiga emas yang sering disampaikan oleh pihak sekolah dan yayasan (LPIT). Kegiatan ini adalah bentuk kegiatan dalam rangka membangun segitiga emas tersebut, demikian ungkap Ibu Endang dalam sambutannya.

Acara yang dihadiri oleh Direktur LPIT Thariq Bin Ziyad Bapak H. Andang Hendar, SE, MM, juga oleh anggota DPRD Kota Bekasi Ibu Lilis Nurlia serta manajer pendidikan LPIT Thariq Bin Ziyad Ibu Sri Khobzah, S.Pd. mendapat perhatian dari para orangtua murid. Selain karena pembicara dan temanya, juga pada hari tersebut, adalah jadwal para orangtua siswa  untuk mengambil raport hasil ujian tengah semester 1. Kelas 1 sampai 3 diadakan di sekolah, sedangkan kelas 4 sampai 6 di lokasi acara parenting akbar. Dalam sambutannya direktur LPIT Thariq Bin Ziyad menyampaikan tentang peran yayasan dan lembaga dalam mensukseskan A3B (Akhlak Al-Qur’an Akademik dan Bahasa).

Acara Parenting Akbar ini dibuka secara resmi oleh Kepala SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya Ibu Nur Siti Fatimah S.Pd.SD. Dalam sambutannya Ibu Nur Siti Fatimah menjelaskan bahwa kegiatan parenting tahun ini sudah masuk pembiayaannya dalam Program Peningkatan Kompeteni Siswa dan Sekolah (PPKS). Kegiatan ini tidak mengundang peserta dari luar tapi special khusus untuk orangtua murid kelas 4, 5 dan 6, sedangkan kelas 1, 2 dan 3 akan diadakan pada tahap berikutnya. Acara dimeriahkan juga oleh Tim Rebana SDIT Thariq Bin Ziyad pimpinan Bapak Edi Gunawan dan tim Tari Saman Ekstra Kurikuler SDIT TBZ Jatimulya.

Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa parenting tui sangat penting, beliau mengibaratkan dengan sebuah mobil, dimana mobil itu ada 4 ban, dua di sisi kanan dan dua di sisi kiri. Dua di sisi kiri itu adalah rumah atau orangtua yakni ayah dan ibu, dua di sisi kanan yaitu sekolah atau bapak dan ibu guru. Jika salah satu atau keempat dari ban mobil tersebut ada yang tidak bulat atau lonjong atau segi empat dan lain sebagainya maka mobil tersebut tidak akan berjalan dengan baik, atau bahkan tidak akan mampu berjalan. 
 
Ibu kepala sekolah berharap dan mengajak kepada para peserta, “semoga dengan Parenting Akbar ini kita dapat mengambil ilmu, hikmah dan pelajaran (ibroh) dari pembicara kita Bunda Neno Warisman yang berpengalamanmendidik putra-putinya hingga dewasa di rumah sampai dengan kuliah dan  beliau juga konsen dalam berbagai pertemuan, seminar dan kajian parenting lainnya di masyarakat, baik di tingkat nasional atau internasional” demikian harapan dari ibu kepala sekolah. [DM]

Album Foto: FB SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya






(Bersambung : Bunda Neno Warisman Berharap Siswa Thariq Bin Ziyad Menjadi Generasi Penakluk)
 

Minggu, 11 September 2016

WASIAT NABI SAW DI PADANG ARAFAH "DEKLARASI ARAFAH"





Di Padang Arafah, 14 Abad lalu, Baginda Nabi Muhammad SAW, pernah menyampaikan mauidzah sebagai pesan terakhirnya yang ditujukan kepada jamaah haji yang hadir pada saat itu dan juga merupakan pesan untuk seluruh umatnya.
Ceramah nabi yang disampaikan di atas untanya tersebut dihadiri sekitar 100 ribu orang. Isi dari pesan nabi tersebut antara lain sebagai berikut :

u menjaga agama kamu dengan baik.”


“Wahai manusia, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak tahu apakah aku dapat berjumpa lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini”.

“Wahai  manusia, sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini, di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini. Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak berlaku lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan (seperti pembunuhan, dendam dan lain-lain) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi”.

“Wahai manusia, aku berwasiat kepada kalian, perlakukanlah perempuan dengan baik. Kalian sering memperlakukan mereka seperti tawanan. Kalian tidak berhak memperlakukan mereka kecuali dengan baik (kesantunan).”

“Wahai manusia, aku berwasiat kepadamu, perlakukanlah istri-istrimu dengan baik. Kalian telah mengambilnya sebagai pendamping hidupmu, berdasarkan amanat Allah, dan kalian dihalalkan berhubungan suami-istri berdasarkan sebuah komitmen untuk kesetiaan yang  kokoh”.



“Wahai manusia, sesungguhnya syaitan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi setan itu masih terus berusaha (untuk mengganggu kamu) dengan cara yang lain. Setan akan merasa puas jika kamu melakukan perbuatan yang tercela. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.”

“Perhatikanlah perkataanku ini, sesungguhnya aku telah menyampaikannya…, Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tingalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (Al-hadits). “

“Wahai manusia, dengarkanlah dan taatlah kamu kepada pemimpin kamu, walaupun kamu dipimpin oleh seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah (Etiopia) yang berhidung pesek, selama dia tetap menjalankan ajaran Kitabullah (Al-Qur’an) kepada kalian semua.”

“Lakukanlah sikap yang baik terhadap hamba sahaya. Berikanlah makan kepada mereka dengan apa yang kamu makan dan berikanlah kepada mereka pakaian dengan pakaian yang kamu pakai. Jika mereka melakukan kesalahan yang tidak dapat kamu maafkan,  maka juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.”

“Wahai manusia. Dengarkanlah kata-kataku ini dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh. Ketahuilah, bahwa setiap muslim itu adalah bersaudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan kerelaan hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiyaya diri kamu sendiri.”

“Ya Allah, sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka? Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain (berkhianat).”

“Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Acap kali orang yang mendengar berita tentang khutbah ini di kemudian hari lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.”

“Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan? Semua yang hadir menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda : Ya Allah, saksikanlah pernyataan kesaksian mereka ini… Ya Allah, lihatlah mereka telah menyatakan itu. Ya Allah, saksikanlah pernyataan mereka ini, Ya Allah, saksikanlah pernyataan mereka ini.”  (HR. Bukhori dan Muslim)

Nabi Muhammad SAW mengatakan berulang-ulang disela-sela pidatonya kepada manusia yang menyemut di padang Arofah itu. Katanya “Alaa Falyuballigh Asyahiid Minkum Al-Ghoib” (Ingat, hendaknya orang yang hadir diantara kamu menyampaikan “Deklarasi Arofah “ ini kepada yang tidak hadir.

Rosulullah SAW menutup khutbah beliau dengan assalamu’alaikum (Semoga Allah SWT melimpahkan keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, atas diri kamu sekalian). Sesudah Rosulullah SAW menutup khutbah beliau, Allah SWT pun menurunkan wahyu-Nya.

Wahyu itu adalah wahyu terakhir, yaitu ayat ke-3 dari surat Al-Ma’idah, “Pada Hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.”

Wassalamu’aalaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sumber : Kabar Makkah

Kamis, 25 Agustus 2016

DR. H. Sa'duddin, M.M. : "Pemuda Harapan Seperti Thariq Bin Ziyad itu Harus Mempunyai Mimpi"





Karena ada dorongan hati untuk mengabdikan diri di wilayah Bekasi, Beliau (Sa’duddin – pen.) memutuskan untuk keluar dari Lembaga Khairu Ummah dan kembali hijrah ke Bekasi pada tahun 1994 dengan mengontrak rumah di Perumahan Bulak Kapal Permai. Ketika Beliau berdomisili di Bekasi, Beliau bergabung dengan Yayasan Al-Muslim. 

Perannya sebagai penggagas SD Islam Terpadu Al-Muslim mendorong pihak Yayasan Al-Muslim untuk mengamanahi beliau menjadi kepala SDIT Thariq Bin Ziyad Al-Muslim. Nama Yayasan Thariq Bin Ziyad sebenarnya telah didirikan Belaiu bersama teman-teman dakwahnya. Akan tetapi, mengingat tidak sedikitnya dana yang harus disiapkan untuk mendirikan Lembaga Pendidikan di bawah naungan Thariq Bin Ziyad, akhirnya Beliau memutuskan untuk bekerja sama dengan Yayasan Al-Muslim Bekasi. Beliau menjalani profesi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala SDIT Thariq Bin Ziyad Al-Muslim juga merangkap sebagai supir antar jemput siswa yang saat itu baru berjumlah belasan orang.

Pada tahun 1996, beliau memutuskan untuk keluar dari Yayasan Al-Muslim, mengingat adanya perbedaan prinsip dan visi misi pengembangan lembaga pendidikan. Setelah itu, Beliau menggagas berdirinya SDIT Thariq Bin Ziyad secara mandiri. Tahap awal yakni satu tahun pertama, proses belajar-mengajar SDIT Thariq Bin Ziyad diselenggarakan dengan menyewa ruangan kelas yang berada di area Masjid Amar Ma’ruf Bulak Kapal. Tahun 1997, Belai memperoleh fasilitas sosial di wilayah Perumahan Pondok Hijau Permai seluas 1.500 m2. Dibangunlah gedung SDIT Thariq Bin Ziyad untuk pertama kalinya melalui dukungan dari para donatur dan pihak Yayasan Thariq Bin Ziyad. 

Mulai saat itu tahun 2006, Ustadz Sa’duddin sebagai ketua Yayasan Thariq Bin Ziyad berkomitmen untuk meluaskan perannya dalam mewujudkan pembinaan pendidikan siswa-siswi yang berkesinambungan mulai pendidikan Usia Dini (TKIT) sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA-IT). Dengan dukungan masyarakat luas, Beliau berharap sekolah ini mampu menjadi sekolah unggulan baik dari sisi kualitas maupun dari sisi moralitas.
Yang  menjadi dasar pemikiran DR. H. Sa’duddin, MM. dalam mengembangkan lembaga pendidikan dan dakwah adalah firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surat Ali Imron (3:140) berikut.

“... dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Demikian juga firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surat Annisa (4:9) berikut.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka... “

Beliau berpandangan bahwa jika kita mampu melakukan tadabur terhadap ayat Allah tersebut, sebagai orang yang beriman kita wajib meyakini bahwa Allah Swt. akan mengembalikan kejayaan dan kepemimpinan atas peradaban dunia ini kepada Kaum Muslimin yang benar-benar memiliki kesiapan untuk mengemban amanah sebagai pemimpin. Sosok dan karakter pemimpin yang dibutuhkan tentunya merupakan visualisasi dari kekuatan dan kesatuan Umat atau Generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu mengemban amanah melanjutkan risalah Islam yang mulia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berupaya mewujudkannya sebagai salah satu bentuk pengabdian dan amal saleh kita kepada Allah Swt. dan secara turun-temurun kesadaran akan tanggung jawab mengembalikan kejayaan Islam tersebut kita wariskan kepada generasi penerus agar Umat ini memiliki harapan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Pewarisan nilai-nilai tersebut tentu saja harus dimulai dengan membentuk karakter umat atau generasi sesuai panduan Qur’ani yang sangat penting untuk dimulai sedini mungkin. Tidak ada kata terlambat atau menyerah sampai allah Swt. menentukan takdir-Nya bagi kita semua. Oleh karena itu, modal utama bagi generasi umat ini dalam kehidupan untuk dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat harus benar-benar kita investasikan secara baik dan tepat serta dapat kita pastikan menghasilkan generasi terbaik umat ini.
Fokus perhatian kita bagi lahirnya generasi masa depan harapan umat tentunya harus dimulai dengan memberikan pendidikan yang aik dan berkualitas. Hal ini telah dicontohkan oleh generasi terbaik umat terdahulu. Pendidikan yang bernuansa keislaman memegang peranan yang sangat penting bagi lahirnya generasi umat. Pendidikan Islam mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik, menciptakan iklim pergaulan sosial yang lebih bermartabat, dan pada akhirnya menghadirkan berbagai kemajuan bagi bangsa dan negara.

Yayasan Thariq Bin Ziyad yang berdiri sejak tahun 1994 ini telah berupaya untuk menghadirkan sekolah Islam terpadu yang berkualitas dengan standar yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan. Selain itu, dikombinasikan pula dengan adanya muatan pendidikan Islam yang komprehensif untuk melahirkan generasi yang shaleh dan cerdas sesuai dengan cita-cita umat ini.

Pertumbuhan sekolah-sekolah Islam terpadu di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Thariq Bin Ziyad sebagai perpanjangan tangan dari Yayasan Thariq Bin Ziyad telah terlihat perkembangannya secara nyata sangat pesat dan ke depannya akan terus ditingkatkan kualitasnya. Kenyataan yang ada pada saat ini adalah hasil dari mimpi di masa lalu. Mimpi saat ini Insya Allah akan menjadi kenyataan pada masa yang akan datang.[ ]

Sumber :

Biografi DR. H. Sa’duddin MM (Bupati Bekasi Periode 2007-2012) oleh DR. Sukarmawan, M.Pd.

Rohis SMAIT TBZ Gelar Islamic Solidarity For Palestina Bersama KNRP Kota Bekasi




Assalamualaikum. Khaifa khaluk akhi wa ukhti, aktifis Rohis SMA/MA se Bekasi? Semoga Allah senantiasa memberikan antum kesehatan, keimanan dan keteguhan terhadàp komitmen dalam jalan Dakwah. Aamiiin ya Robbal'alamin.

Pada dasarnya, jalan dakwah itu terjal dan berliku. Penuh dengan onak dan duri. Itulah yang membuat para pengembannya insyaAllah akan mendapatkan tempat yang terbaik di syurganya Allah. Tingkat kesulitan pengorbanan kita akan mempengaruhi bobot timbangan amal sholeh kita di padang Mahsyar kelak. Untuk saat ini, alhamdulillah kita hanya berperang dengan nafsu dan kemalasan kita. Namun saudaraku, kondisi kita jauh berbeda dengan saudara se aqidah kita di negara yang membantu kemerdekan Republik Indonesia, yaitu Palestina.


Saudara kita disana sedang dijajah, dibombardir oleh Yahudi Laknatulloh. Mereka mengatasnamakan negara Israel. Negara yang memang tidak punya tanah. Tapi mereka saat ni merampas tanah saudara se aqidah kita, yaitu Bangsa Palestina. Lalu, apa yang dilakukan oleh mereka dalam mempertahankan wilayah mereka? Apa kontribusi terbaik kita untuk mereka sebagai saudara sesama muslim? Apakah kita akan diam saja? Dimanakah hati nurani kita????
Oleh karena itu saudaraku, kami dari Rohis Thariiqul Falaah SMA IT Thariq Bin Ziyad mengundang anggota rohis ikhwan dan akhwat di Bekasi dan sekitarnya untuk membuka matahati kita utk sama-sama mengetahui keadaan saudara kita disana dalam agenda "Seminar Edukasi Peduli Palestina" yang insya Allah akan dilaksanakan pada :


-Hari/tgl : Sabtu 12 Maret 2016
-Waktu : 09.00 WIB - selsai
- Tempat : Kantor Sekretariat KNRP Kota Bekasi, Ruko Betos, blok J no.9


Agar menambah keberkahan dan agar acara kita ini tidak hanya menjadi tontonan belaka, kami menantikan partisipasi kader rohis ikhwan ataupun akhwat sekalian untuk menyiapkan donasi terbaiknya. Insya Allah donasi tersebut akan kita kumpulkan dan kita salurkan melalui KNRP Bekasi.
So, Mari rapatkan barisan dengan bergabung pada acara ini.
Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan jazakumulloh khoiron katsiron.
Wassalamualaikum.


 
Salam,
Alfarobi Badruzaman
ketua Rohis

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.