Kamis, 11 Juni 2015

Murid LPIT Thariq Bin Ziyad Antusias Sambut Ramadhan


Salah satu ukuran seseorang bahagia atau tidaknya menghadapi bulan suci Ramadhan ialah bisa dirasakan saat siswa-siswi pelajar SD berpawai keliling lingkungan kemudian membagikan jadwal imsakiyah sebagai tanda akan masuknya bulan suci Ramadhan, lalu bagaimana perasaan anda saat itu ketika melihatnya, apakah heran, kesal atau senang ? Jika senang hati melihatnya maka itulah tanda keimanan sebagai bentuk kebahagiaan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Inilah kutipan diantara obrolan saat penulis berdiskusi dengan salah seorang pendidik di Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Thariq bin Ziyad yang juga kepala unit Riset dan Pengembangan, Mochamad Ahyar. M.Pd.
Dijelaskan olehnya bahwa tradisi Tarhib Ramadhan di LPIT Thariq Bin Ziyad sudah berjalan sejak awal berdirinya sekolah itu, yakni tahun 1997 saat itu baru ada satu sekolah, SDIT Thariq Bin Ziyad di Pondok Hijau Permai Pengasinan Rawalumbu Kota Bekasi.

Tradisi itu terus dikembangkan dengan beragam kegiatan yang mendidik baik dari sisi siswa maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Seperti pembagian jadwal imsakiyah Ramadhan, spanduk, selebaran atau pamplet dan bendera yang berisi kampanye untuk menggugah siswa maupun masyarakat antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Menurutnya secara pedagogik dan psikologik kegiatan tersebut sangat baik sebagai sarana pengkondisian diri, jiwa dan raga menghadapi puasa Ramadhan agar ibadahnya semakin optimal.

Sedangkan dari sisi ajaran agama Islam, maka upaya yang baik dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan sangat dianjurkan, sesuai hadits atau atsar dari para ulama salafus shaleh di masa lalu, terkait dengan datangnya Ramadhan antara lain dijelaskan di bawah ini :

“Ya Baghial Khoir Abshir, Waya Baghias Syarr Aqshir…” yang artinya Wahai para pelaku kebaikan bergembiralah, dan wahai para pelaku keburukan/kemaksiatan tahanlah…”

Kegiatan Tarhib yang diadakan oleh SDIT Thariq Bin Ziyad dilaksanakan secara serentak di 2 tempat berbeda, yakni SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau Permai di wilayah Kota Bekasi dan SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya di Kabupaten Bekasi pada hari Selasa, 9 Juni 2015. 

Selain siswa SDIT ditempat yang sama yakni SDIT TBZ Jatimulya ikut serta puluhan siswa TKIT Thariq Bin Ziyad kelas A dan B, meskipun berbeda rute tetapi pas di Pasar Jatimulya kedua jenjang itu bertemu. TKIT Thariq Bin Ziyad yang pada tahun ajaran baru ini akan menempati gedung yang baru yakni di jalan Toyogiri dekat dengan gedung SMPIT dan SMAIT. Selain itu akan membuka program baru yakni toodler center anf presschool.



Kegiatan tarhib diawali dengan arahan dari guru Pendidikan Agama Islam terkait Ramadhan, pawai keliling dilanjutkan makan snack yang disediakan oleh Persatuan Orang Tua Murid & Guru (POMG) dan sekolah serta diakhiri dengan ramah tamah antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.



Semoga kita dapat berjumpa dan dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan yang beberapa hari lagi akan datang. Wallahu a’lam.
Penulis :
Dimyat,S.Ag – Humas LPIT Thariq Bin Ziyad

Sumber : Bekasi Media/DM

Kamis, 04 Juni 2015

SMPIT Thariq Bin Ziyad Mewisuda 222 Penghafal Al-Quran

SMPIT Thariq Bin Ziyad Mewisuda 222 Penghafal Al-Quran

(212 Views) May 30, 2015 12:50 pm | Published by  | 2 Comments
image

Bekasimedia – SMPIT Thariq Bin Ziyad Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tidak hanya konsen dalam bidang akademik dan bahasa, sesuai dengan program sekolah yang berada di bawah naungan LPIT Thariq Bin Ziyad memperhatikan juga aspek pendidikan lainnya terutama pendidikan Akhlak dan Al-Qur’an. Tahun ini Wisuda Al-Quran kembali dilaksanakan di sekolah tersebut hari ini, Sabtu (30/05).

SMPIT Thariq Bin Ziyad Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tidak hanya konsen dalam bidang akademik dan bahasa, sesuai dengan program sekolah yang berada di bawah naungan LPIT Thariq Bin Ziyad memperhatikan juga aspek pendidikan lainnya terutama pendidikan Akhlak dan Al-Qur’an. Tahun ini Wisuda Al-Quran kembali dilaksanakan di sekolah tersebut hari ini, Sabtu (30/05).

“Pendidikan Akhlak dan Al-Quran harus menjadi pendidikan pertama dan utama yang ditanamkan kepada putra-putri peserta didik, para pelajar dan tunas bangsa calon generasi masa depan bangsa,” demikian dikutip oleh Drs. H. Muhammad sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh Ust. Muhammadun MA penceramah dalam wisuda Al-Quran ini.

Wisuda Al-Quran dengan tema, “Meraih Kemuliaan dengan Al-Qur’an”, tahun ini diikuti oleh 222 peserta terdiri gabungan kelas tujuh sampai delapan, dengan variasi perolehan hafalan yang berbeda-beda, yaitu antara satu sampai enam juz. Perolehan terbanyak yaitu enam juz diraih oleh ananda Dafa Ekaputu siswa kelas 9. Tahun sebelumnya ia telah memperoleh penghargaan berupa tabungan umrah karena ia dianggap berprestasi dalam hafalan Al-Qur’annya.

Kepada peserta wisuda pihak sekolah dan lembaga memberikan penghargaan berupa sertifikat tahfidz, memiliki nilai tahfidz terbaik serta penghargaan kepada mereka yang tekah mencapai target hafalan tiga juz selama menjalankan pendidikan di jenjang SMPIT Thariq Bin Ziyad. Penghargaan berupa beasiswa sebesar satu juta rupiah serta tambahan satu juta setiap penambahan satu juz dari tiga juz yang sudah dihafalnya.

Pemberian penghargaan diserahkan oleh pihak lembaga dan sekolah yaitu Ustadz Nur Qosim Lc selaku kepala program Al-quran dan Pembinaan SMPIT Thariq Bin Ziyad, mewakili kepala sekolah, Kalimi yang sedang menunaikan umrah bersama tiga belas rombongan dari Thariq Bin Ziyad. Dari pihak lembaga (LPIT), Sri Khobzah S.Pd. selaku manajer pendidikan dan Drs. H. Muhammad selaku manajer Pembinaan Quran dan Humas. [DM].

Sumber : Bekasi Media
Link tautan : http://www.bekasimedia.com/smpit-thariq-bin-ziyad-mewisuda-222-penghafal-al-quran/

Jumat, 08 Mei 2015

Pada Hari ke-7 Sudah 259 View Pembaca Tulisan Humas LPIT Thariq Bin Ziyad di Media Online "Bekasi Media"



(259 Views) May 2, 2015 12:05 pm | Published by  | No comment
http://www.bekasimedia.com/sebuah-catatan-tentang-sekolah-masa-depan-refleksi-hari-pendidikan-nasional/

Viva FIP viva FIP Fakultas Ilmu Pendidikan
Viva FIP viva FIP ada enam jurusan
AP, KTP dan PLS, PBB, PLB, PGSD
Semuanya……So’ pasti mutunya!!!

Sebait yel-yel atau lagu di atas adalah sebuah kenangan bagi penulis saat mulai masuk pertama kali di jenjang pendidikan tingkat perguruan tinggi. Pengalaman itu penulis alami sendiri saat diterima sebagai mahasiswa angkatan ke-4 D2 PGSD IKIP Jakarta. Kenangan itu sekaligus mengingatkan penulis ketika ingin membuat catatan pendidikan tentang sekolah masa depan di Hari Pendidikan, yang jatuh setelah peringatan May Day, yaitu pada hari ini, 2 Mei 2015.

Sebagian besar aksi untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kalangan masyarakat kita kadang-kadang sering tertukar makna dengan Hari Guru Nasional (25 November). Sama halnya dalam tradisi memperingati hari buruh, orang langsung teringat dengan aksi demo buruh, atau tradisi hari Kartini rata-rata masyarakat kita langsung teringat dengan aksi karnaval dengan beragam pakaian adat daerah semisal kebaya atau sejenisnya.

Bagaimana dengan Hari Pendidikan Nasional seperti saat ini? Apa yang melekat dari masyarakat kita dengan peringatan hari pendidikan ini? Adakah framing yang sudah melekat?

Jika sudah ada, itu kadang-kadang masih tertukar atau bertumpang tindih dengan jatahnya hari guru. Sama seperti Hari Ibu yang juga sering tertukar makna dengan hari Kartini. Padahal masing-masing mempunyai kekhasan, sasaran dan tujuannya sesuai ruang lingkup perjuangannya. Jika hari pendidikan nasional cakupannya lebih umum dari hari guru, begitu juga hari Ibu yang cakupannya lebih umum dari seseorang yang bernama Kartini.

Menurut hemat penulis, tradisi masyarakat kita di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) masih kurang semarak dibandingkan dengan peringatan hari-hari nasional yang lainnya. Padahal pendidikan adalah faktor pertama dan utama untuk kemajuan suatu bangsa.

Jika tiga hari lalu penulis membaca laporan di koran harian nasional bahwa di ASEAN saja peringkat pendidikan kita di bawah Brunai Darussalam, Malaysia dan Singapura, bagaimana kalau di tingkat dunia?
Memang banyak sekali faktor yang melatarbelakangi kemajuan pendidikan. Ada faktor keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama, dalam rangka membangun basis pendidikan nasional di tingkat keluarga, begitu juga dengan sekolah, madrasah, pesantren dan lembaga pendidikan lainnya. Sedangkan peran masyarakat dan media hampir luput dari fungsi dan nilai-nilai pendidikan. Untuk itu, maka di hari yang baik ini, saatnya kita membuka mata tentang fungsi sebenarnya dari pendidikan.

Ada sebuah ungkapan bijak, “Pendidikan bukanlah segala-galanya, tetapi dengan pendidikan, segalanya bisa diperbaiki.” Oleh sebab itu, pendidikan dalam segala lini harus dikembangkan. Dari sisi akademik atau para ahli, dari lapangan atau para praktisi, maupun dari sisi lingkungan pendidikan yang ada atau para pemerhati harus bersinergi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang mulia dan dimuliakan seperti tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas.

Maka peran dari manajemen pendidikan menempati posisi yang sangat penting. Seperti terdapat dalam yel-yel atau lagu di atas. Di mana jurusan AP (Administrasi Pendidikan) menempati posisi pertama dari enam jurusan yang ada di IKIP Jakarta pada waktu itu. Selanjutnya disusul dengan KPT (Kurikulum Teknologi Pendidikan), PLS (Pendidikan Luar Sekolah), PBB, PLB (Pendidikan Luas Biasa), dan terakhir PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

Bayangan dalam benak penulis, sekolah masa depan itu terlihat dari input, proses dan output pendidikannya, selain itu dari sisi manajemen pendidikannya juga bagus. Kepala Sekolah tidak hanya memimpin wali kelas, tetapi juga memimpin dan mengarahkan Tata Usaha-nya juga wakaseknya. Wakasek atau wakil kepala sekolah tidak hanya satu orang melainkan dibagi tiga peran yakni; wakasek bidang Sarana dan Prasarana, wakasek bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat juga wakasek bidang Keagamaan.

Itulah inti dari catatan tentang sekolah masa depan versi penulis di Hari Pendidikan Nasional ini. Lantas, seperti apa harapan Anda?

Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional!

Oleh : Dimyat,S.Ag
Guru di SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya & Humas di bidang PQH LPIT Thariq Bin Ziyad

Jumat, 24 April 2015

Inilah Implementasi A3B LPIT TBZ, Khutbah Jumat 3 Bahasa oleh Aher Saat KAA Ke-60



Sejak Rapat Dinas (RADIN) 2013 lalu, LPIT Thariq Bin Ziyad telah melaunching program A3B (Akhlak, Al-Quran, Akademik dan Bahasa). Khusus tentang bahasa, lembaga pendidikan yang memadukan antara ilmu dari Barat (Umum) dan Timur (Agama/Islam) itu berupaya terus-menerus meningkatkan kemampuannya dalam bidang bahasa, baik bahasa lokal/daerah, bahasa nasional/Indonesia, serta bahasa internasional (Arab dan Inggris). Saat peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-60 dilaksanakan di Jakarta dan Bandung, Ahmad Heryawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Aher memimpin shalat jumat para delegasi atas permintaan panitia, di Masjid Raya Kota Bandung dalam tiga bahasa.

Bagi civitas akademika LPIT Thariq Bin Ziyad, inilah salah satu bentuk implementasi A3B terutama dari sisi bahasa, semoga pendidik dan peserta didik di TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT Thariq Bin Ziyad bisa terampil berbahasa seperti yang telah dicontohkan oleh gubernurnya, gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher). 

Transkrip 3 Bahasa Khutbah Shalat Jumat Aher di Masjid Agung Bersama Peserta KAA

Para peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang beragama Islam melaksanakan sholat Jumat di Masjid Agung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4). Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berkesempatan mengisi khutbah sholat Jumat.

Berikut transkrip khutbah Jumat 3 bahasa gubernur yang akrab disapa kang Aher itu seperti yang dilansir di Facebook Ahmad Heryawan:

Versi Bahasa Indonesia:

Menuju Asia Afrika Baru yang Damai dan Lebih Sejahtera

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن. أما بعد.
أَيًّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَا اللهِ وَطَاعَتِهِ فقد فاز المتّقون. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Rasa syukur kita panjatkan kepada Sang Pemilik Alam, Allah SWT, karena atas izin dan kehendak-Nya kita dapat merasakan nikmat yang begitu besar terutama nikmat berkumpul bersama pada sholat jumat yang bersamaan dengan peringatan 60 tahun KAA di Bandung. Ungkapan syukur juga selalu kita panjatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat hidayah dan nikmat merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap hembusan nafas kita. Masyarakat Indonesia khususnya warga Bandung bersyukur kepada Allah dan berbangga karena pada hari ini para Kepala Negara, para Kepala Pemerintahan dan tamu-tamu mulia lainnya yang hadir di acara Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika melaksanakan Sholat Jumat bersama-sama di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat.

Hadirin Sidang Jumat yang berbahagia

Pada tanggal 24 April, tepat 60 tahun yang lalu, bangsa-bangsa Asia Afrika menyatakan kesepahaman dan kebersamaan untuk bangkit dan bersatu menuju cita-cita kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki untuk menggapai kesejahteraan bersama di Kawasan Asia Afrika.

Konferensi Asia Afrika 1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan. Negara-negara Asia Afrika tampil menyuarakan kekuatan baru. Keberanian ini tentu didasari oleh sebuah visi kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat mendalam. Sesungguhnya memang sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia bersatu dalam kehidupan. Persatuan adalah fitrah kemanusiaan. Sebab, hakikatnya seluruh manusia adalah umat yang satu, yang dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah Insaniyah).

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه ….

“Manusia itu merupakan umat yang satu. Dan Allah mengutus para Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan kepada mereka. Dan Allah SWT menurunkan bersama para Nabi tersebut kitab suci-Nya untuk memutuskan apa-apa yang diperselisihkan di antara mereka. (Q.S Albaqarah: 213)

Dan bukan suatu kebetulan jika bagian besar dari bangsa-bangsa Asia Afrika juga adalah beragama Islam, sehingga mereka tidak hanya dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tapi juga disatukan oleh persaudaraan yang lebih kokoh dan kuat, yaitu persaudaraan keislaman (Ukhuwah Islamiyyah).

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat ayat 10)
Karena keislamannya pula, Bangsa-bangsa Asia Afrika itu seperti satu bangunan yang sangat kuat, mereka bersatu, saling membantu dan saling menolong. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Orang yang beriman terhadap Orang yang beriman lainnya, seperti satu bangunan yang kokoh yang saling menguatkan. (HR. Muttafaqun Alaih)

Oleh karenanya, Bangsa Asia Afrika harus bersatu, tidak boleh terpecah belah sebab persatuan akan melahirkan kekuatan, kebersamaan, dan kesejahteraan, sementara perpecahan hanya akan menimbulkan kelemahan dan penjajahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S Al Anfaal : 46)

Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia,

Konferensi Asia Afrika yang mengangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, telah berhasil dengan baik. Saat ini, seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekaannya, kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Adalah kewajiban kemanusiaan bagi Bangsa-bangsa Asia Afrika, untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan Bangsa Palestina.

Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia,
Solidaritas Bangsa bangsa Asia Afrika 60 tahun lalu telah terbukti mampu menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa-bangsa yang merdeka. Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerjasama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman, sejahtera dan beribadah serta bertakwa kepada Allah SWT. Karena sejatinya penghambaan Kepada Allah SWT akan terlaksana manakala ada kesejahteraan dan rasa aman.
Sebagaimana Allah SWT Berfirman:

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Tuhan yang memberi makan sehingga tidak lapar atau sejahtera dan Tuhan yang memberi rasa aman sehingga tidak ada rasa takut (Q.S Quraisy : 3 – 4)

Perkumpulan kita di hari Jumat ini mudah-mudahan menjadi saksi bahwa peringatan ulang tahun ke 60 KAA haruslah menjadi tonggak baru lahirnya sebuah komitmen bersama untuk membangun semua kawasan Asia Afrika yang lebih baik. Asia Afrika yang maju, modern dan makmur dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemuliaan dan kemudahan kepada seluruh Pemimpin negara-negara Asia Afrika untuk memberi peran besar dalam upaya
memakmurkan seluruh masyarakat Asia Afrika. Semoga Allah SWT takdirkan para Pemimpin Asia Afrika dan kita semua menjadi orang-orang yang beriman, bertakwa dan menjadi penghuni Surga-Nya di Akhirat nanti.

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته وأَقُوْلُ قَوْلِي هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .
للَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Versi Bahasa Inggris:

Moving Towards A New, Peaceful And Prosper Asian-African Nations
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

All Praises indeed be to Allah SWT, blessings and salutations upon Muhammad SAW, we ask Allah SWT to bless him and his companions and everyone of us. Let us pray to Allah to keep the leaders of Asia and Africa and us all steadfast on this deen and may He make us from amongst the blessed and those who are chosen. Ya Allah we ask You to grant us knowledge that is beneficial and and we ask you to benefit us from the knowledge you have granted us. Ya Allah we do not have knowledge beside that you have granted us, for indeed you are the owner of knowledge, All Wise. Ya Allah it is with your permission that we are able to gather here today to perform the Friday prayer as well as to gather to comemmorate the 60th anniversary of the Asian-African Conference in Bandung. We the people of Indonesia, Bandung especially, are proud and humbled at the same time to welcome the Head of States, the Asian-African leaders and the distinguished guests of the 60th anniversary of Asian-African Conference today to perform the Friday prayer at the Grand Mosque of West Java Province.

Distinguished and honorable guests of Friday prayer
60 years ago today, on April 24, the nations of Asia and Africa expressed understanding and solidarity to rise and unite towards the ideals of freedom and peace that are essential to achieve shared prosperity in the Asia-Africa Region.

1955 Asian-African Conference was a unique phenomenon and a valuable historical track record to humanity. Asian and African countries came together to voice new strength. This courage is certainly based on a vision of humanity and deep solidarity. Indeed, it comes naturally for us as human beings to unite in life because unity is the nature of humanity. Therefore, the whole human nature is the one people, united by the brotherhood of humanity (ukhuwah Insaniyah).

As Allah says

Mankind was one single nation; then Allah sent the messengers with glad tidings and warnings and with them He sent the Scripture in truth…(Q.S Al-Baqarah: 213)

And it was not a coincidence that a large part of the Asian-African nations is also composed of Muslims who are not only united by the brotherhood of humanity (ukhuwah insaniyyah) but also by a stronger brotherhood that is the brotherhood of Islam (ukhuwah Islamiyyah). As Allah says:
The believers are but brothers, so make settlement between your brothers. And fear Allah that you may receive mercy.

Because of this Islamic faith, Asian-African Nations, is like a solid building they come together and help each other. As word of the Prophet:

“The Believer to the Believer is like a solid building, one part supporting the other.”
[Related by Bukhari and Muslim]

Therefore, it is imperative that Asian-African Nations unite, in order to prevent from being divided because the union will result in strength, unity, and prosperity, while divisions will lead to weakness and colonization.
As Allah says:

And obey Allah and His Messenger, and do not dispute and [thus] lose courage and [then] your strength would depart; and be patient. Indeed, Allah is with the patient. (Q.S Al-Anfaal : 46)

The Head of States, the Asian-African Leaders, Distinguished Guests of The Friday Prayer

Asian-African Conference that carries out the theme of rejection of all forms of colonialism and imperialism has been successful. Currently, all Asian-African countries have managed to abolish all forms of colonialism and achieve independence, except one; the Palestinian state, which still continues to struggle to gain independence. It is a humanitarian obligation for all Asian-African Nations, to continue to encourage and support the independence of the Palestinian Nation.

The Head of States, the Asian-African Leaders, Distinguished Guests of The Friday Prayer

60 years ago, the Solidarity of Asian-African Nations has proven to be able to solidify the independence of Asian and African nations. From now on, solidarity must continue to be resounded and consolidated in cooperation to build much stronger, advanced, secure and prosperous Asian-African nations under the protection of Allah SWT, because servitude to Allah would take place after prosperity and sense of security.
As Allah says

Let them worship the Lord of this House, Who has fed them, [saving them] from hunger and made them safe, [saving them] from fear. (Q.S Quraisy : 3-4)

I hope that this Friday can be a witness that the 60th anniversary of the Asian-African Conference is able to bring an agreement to develop better, more advanced, modern and prosperous Asian-African nations based on faith and devotion to Allah SWT. We are always hopeful that Allah would bestow glory and ease upon the leaders of Asian and African countries to play a major role in this noble effort. Let us pray to Allah to keep the leaders of Asia and Africa and us all steadfast on this deen and may He make us from amongst the blessed and those who are chosen.

Versi Bahasa Arab:

نحو آسيا وإفريقيا الجديدة الأكثر أمانا وإزدهارا

الحمدلله رب العالمين نحمد الله سبحانه وتعالى على نعمه الغزيرة وفضائله الواسعة فبقدرته ومشيئته نجتمع في هذا الجامع المبارك لأداء صلاة الجمعة تزامنًا مع جو إحتفالى لمرور ٦٠ عامًا على انعقاد مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا بمدينة باندونج، أندونيسيا. وساد هذا الإحتفال حضور رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا الذي يكون شرفا عظيما لجميع شعب اندونيسا وخصوصا مواطني مدينة باندونج محافظة جاوى الغربية وهذا فضل من الله عز وجل يجب شكره. ونشكر الله تعالى أيضا على نعمة الإيمان والإسلام حتى نسلك سلوك الهداية ونشعر بمعية الله فى كل أنفاسنا.

أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم
إنه فى مثل هذا اليوم الرابع والعشرين من شهر إبريل عام ألف وتسعمائة وخمسة وخمسين ميلادية قام رؤساء دول فى قارتي آسيا وإفريقيا بمبادرة جماعية عبّر فيها عن روح التفاهم والتضامن بينهم للنهوض والإتحاد فى تحقيق الإستقلال والسلام الحقيقي فى القارتين، آسيا وإفريقيا، حتى يأخذ كل شعب حقهم فى أن يعيش بأمان وإزدهار ورفاهية. إن مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا مظهر فريد ومدرس تاريخي له قيمة عالية للإنسانية. حيث أظهرت هذه الدول شجاعة جماعية نبتت من رؤيا إنسانية وروح الأخوة بينهم. فإن الحقيقة تأمر كل واحد من الناس أن يعيش بالإتحاد جنبا إلى جنب، لأن الإتحاد هو من ضمن الفطرة الإنسانية. فحقيقة كل واحد من الناس فى هذا العالم يَنْتَمِى إلى أمة واحدة تربطهم أخوة إنسانية. حيث قال الله عز وجل :

كان الناس أمة واحدة فبعث الله النبيين مبشرين ومنذرين وأنزل معهم الكتاب بالحق ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه….. > سورة البقرة : ٢۱٣ )

ومن ناحية أخرى إن كون معظم شعب هذه الدول من المسلمين تجعل هذه الأخوة الإنسانية أكثر قوة ومتينا برباط الأخوة العقيدية فهي الأخوة الإسلاميةـ .قال الله عز وجل:

إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ : سورة الحجرات : ٤٩

والأخوة الإسلامية المرسصوصة بين شعب آسيا وإفرقيا تجعلهم كبنيان قوي وهم متحدون ومتناصرون بعضهم بعضا كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا : متفق عليه

فمن هذا المنطلق فكل شعب من شعوب دول آسيا وإفريقيا عليهم الإتحاد ويتجنبون شتى أنواع الفرقة، لأن الإتحاد سبب القوة والأخوة ، وأما الفرقة والتفرّق فإنه من أسباب الضعف والوهن والإستعمار. قال الله تعالى :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ :سورة الأنفال : ٤٩

أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم
إن مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا بَلَّغَ رسالة إلى العالم ترفض كل أنواع الإستعمار، وتلك الرسالة تؤثر تَأْثِيْرًا قويا فى نجاح جميع دول آسيا وإفريقيا فى طرد المستعمرين من بلادهم وتحقيق الإستقلال، إلا شعب فلسطين فإنهم مازالوا يحاولون لتحقيق الإستقلال، فباسم الأخوة الإنسانية والأخوة الإسلامية بيننا فعلينا مساندتهم ومناصرتهم إلى أن تصير فلسطين دولة لها إستقلالها الكامل ويعيش شعبها فى سلام وأمان.

أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم
إن روح التضامن القوي بين شعوب دول آسيا وإفريقيا فى السِتّين عاما الماضى تجعل كل شعب يأخذون حقهم فى الإستقلال. أما فى هذا الزمن وأيام المستقبل فهذا التضامن لابد من تطويره حتى نعمل به على التعاون المتين لبناء تقدم دول آسيا وإفريقيا القوية ويعيش شعبها فى سلام و أمان وازدهار ويطيعون الله حق طاعته، لأن الطاعة سوف تتجسد قوية فى النفوس بتكامل الرفاهية والأمان فى حياة المجتمع. قال الله عز وجل:

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ >سورة قريش : ٣٤

إن إجتماعنا فى هذا اليوم يون الجمعة المبارك سوف يكون شهيدا على أن يكون نقطة الإنطلاق لاتّفاق الجميع على مبادرة العمل لبناء القارتين آسيا وإفريقيا لتكون أكثر تقدّما وتطوّرا وازدهارا وأساسها التقوى والإيمان بالله عز وجل. ونسأل الله سبحانه وتعالى أن يكرم كافة رؤساء دول آسيا وإفريقيا بالقوة والجدية للعمل على إعمار حياة مجتمع آسيا وإفريقيا. وجعلهم من عباده المؤمنين المتّقين والمنْعَمِين بنعيم جنته فى الآخرة

Sumber: Dakwatuna

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.