Persiapan Panitia
1. Bagian Registrasi
2. Bagian Konsumsi
3. Bagian Acara
4. Bagian Dekorasi
5. Bagian Operator
6. Tim Tampilan & Santunan Yatim/Dhuafa
7. Tim Dokumentasi
Pelaksanaan Acara :
1. Registrasi
2. Pembukaan (MC)
3. Tilawah Al-Qur'an dan Sari Tilawah
4. Sambutan Ketua Panitia/POMG
5. Saambutan Kepala Sekolah
6. Santuna Yatim & Dhuafa
7. Performance Seni SDIT Thariq Bin Ziyad
Acara Inti/Puncak Parenting
1. Moderator
2. Pembicara I
3. Pembicara II
4. Persiapan Sesi Tanya Jawab
5. Sesia Tanya Jawab I
6. Sesi Tanya Jawab II
7. Sesi Penutupan
Foto : Suryadi & Heri Bukhori
[DM]
Senin, 27 Februari 2017
Kumpulan Foto Kegiatan Parenting POMG SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya di Hotel Merapi Merbabu Kota Bekasi
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Senin, Februari 27, 2017
Minggu, 12 Februari 2017
Setahun Dua Kali Seminar Parenting SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya 2016-2017
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Minggu, Februari 12, 2017
POMG SDIT Thariq Bin Ziyad untuk yang kedua kalinya tahun
pelajaran 2016-2017 ini sudah mengadakan kegiatan Seminar Parenting untuk
orangtua wali murid kelas 1, 2 dan 3. Setelah kegiatan pertama dilaksanakan
pada tanggal 15 bulan Oktober 2016 lalu untuk kelas 4, 5 dan 6.
Selang 4 bulan panitia yang seminar yang terdiri dari
pengurus Korlas (Koordinator Kelas), jajaran POMG yang terdiri dari orangtua
murid dan guru SDIT Thariq Bin Ziyad mempersembahkan seminar kedua kali ini
pada tanggal 11 Februari 2017 bertempat di Ballroom Hotel Merapi Merbabu
Rawalumbu Kota Bekasi.
Kegiatan seminar yang bertema “Sinergi antara Peran Orang
Tua dan Kurikulum yang Berkualitas dalam Membentuk Karakter Sholeh dan Cerdas”
itu menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Tri Gunadi Amd. OT, S.Psi (Dokter dan
Psikolog di YAMET Child Development Center) dan Irma Yuliantina, M.Pd (Dosen UNJ,
Praktisi Kurikulum dan Pendidikan).
Dipandu oleh moderator psikolog yang juga menjadi orangtua
murid di SDIT Thariq Bin Ziyad itu berlangsung selama dua jam lebih, terdiri
dari sesi pemaparan presentasi dari kedua materi dan dilanjutkan dengan
tanya-jawab. Acara mulai dibuka pukul 08.00 dengan pembacaan tilawah, sambutan
dan doa.
Disela-sela acara ditampilkan performen seni siswa-siswi
SDIT Thariq Bin Ziyad yaitu nasyid dan tari nusantara serta penyerahan beasiswa
orangtua asuh kepada siswa-siswi binaan dari POMG SDIT Thariq Bin Ziyad.
Meskipun sempat terjadi hujan di pagi harinya sehingga
kondisi perjalanan sedikit terganggu tetapi suasana ruangan gedung baal hotel
yang berisi sebanyak 400 kursi secara berangsur-angsur terpenuhi oleh peserta
yang hadir.
Orangtua sangat mengaptresiasi acara tersebut dalam rangka
menggali ilmu, menerapkan dalam pendidikan di rumah dan sekolah dalam rangka
membentuk generasi yang shaleh dan cerdas. Hal-hal teknis dalam pendidikan di
rumah yang dibahas oleh kedua pembicara menjadi panduan bagi orangtua dalam
mendidik anaknya di rumah.
Sedangkan pembicara pertama banyak berbicara tentang
karakter dan hal-hal yang terkait dengan karakter, sehingga menurut penilaian
wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Bapak Ust. Supriyanto, Lc ia merasa puas
karena materi seminar telah sesuai dengan TOR yang telah dibuat oleh panita dan
sekolah.[DM]
Rabu, 08 Februari 2017
ALUMNI LPIT THARIQ BIN ZIYAD BERIKAN DUKUNGAN PENUH KEPADA PASANGAN SAH
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Rabu, Februari 08, 2017
Gambar : Alumni LPIT Thariq Bin Ziyad Dukung Pasangan SAH
Bekasi - Intajiyah, Sejumlah alumni LPIT Thariq Bin Ziyad, sebuah lembaga pendidikan besutan dari Dr. Sa'duddin MM, yang terdiri dari lulusan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta baik dalam dan luar negeri sudah melakukan konsolidasi dan akan memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon Bupati Kabupaten Bekasi 2017-2022 nomor urut 2 yaitu Dr. Sa'duddin, MM (tokoh yang juga praktisi dan pegiat pendidikan) yang berpasangan dengan Ahmad Dhani (tokoh musisi dan praktisi seni).
Bekasi - Intajiyah, Sejumlah alumni LPIT Thariq Bin Ziyad, sebuah lembaga pendidikan besutan dari Dr. Sa'duddin MM, yang terdiri dari lulusan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta baik dalam dan luar negeri sudah melakukan konsolidasi dan akan memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon Bupati Kabupaten Bekasi 2017-2022 nomor urut 2 yaitu Dr. Sa'duddin, MM (tokoh yang juga praktisi dan pegiat pendidikan) yang berpasangan dengan Ahmad Dhani (tokoh musisi dan praktisi seni).
Mulai dilakukan sosialisasi oleh alumninya generasinya yang pertama
atau G-1, langsung kepada segenap alumni dari G-1 sampai G-17 (untuk
SDIT), G.1 sampai G.11 untuk SMPITnya, begitu juga untuk SMAITnya yaitu
G.1 sampai G.7 baik yang ada di kabupaten dan luar kabupaten Bekasi
melalui kanal yang ada terutama media sosisal. Selain untuk memenangkan
dan mensosialisasikan pasangan SAH, juga sebagai sebuah tanggung jawab
moral bahwa pembangunan di Kabupaten Bekasi membutuhkan tenaga terdidik,
terlatih dan terampil.
Dengan visi Kabupaten Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Agamis maka alumni LPIT Thariq Bin Ziyad yang sudah muali tersebar di berbagai kota di seluruh nusantara sudah saatnya memberikan dukungan dan kontribusi demi pembanguna daerahnya. Bagi yang berminat bergabung di group sosial media whatsapp silahkan bisa daftar dan bergabung melalui No.WA berikut ini :
089674106123 (Pak Dimyat) atau 08159208583 (Fajar. G.1 SDIT), atau 0895335282757 (Muqsith G.11SDIT atau G.1 SMPIT BS) atau 087777007473 (Hilfi G.3 SDIT), 085781174742 (Jihad Insan AMS G.5 SDIT) dst...!!! [DM]
Sumber : Facebook "Jaringan Massa Masyarakat Pemilih Shaleh dan Cerdas"
Dengan visi Kabupaten Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Agamis maka alumni LPIT Thariq Bin Ziyad yang sudah muali tersebar di berbagai kota di seluruh nusantara sudah saatnya memberikan dukungan dan kontribusi demi pembanguna daerahnya. Bagi yang berminat bergabung di group sosial media whatsapp silahkan bisa daftar dan bergabung melalui No.WA berikut ini :
089674106123 (Pak Dimyat) atau 08159208583 (Fajar. G.1 SDIT), atau 0895335282757 (Muqsith G.11SDIT atau G.1 SMPIT BS) atau 087777007473 (Hilfi G.3 SDIT), 085781174742 (Jihad Insan AMS G.5 SDIT) dst...!!! [DM]
Sumber : Facebook "Jaringan Massa Masyarakat Pemilih Shaleh dan Cerdas"
Kamis, 24 November 2016
Hatrik, LPIT Thariq Bin Ziyad Selenggarakan 3 Event Lomba Antar Sekolah Dalam Sehari
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Kamis, November 24, 2016
Seolah tak kenal lelah dan henti, LPIT Thariq Bin Ziyad
terus melaju dengan semangatnya yang selalu menggebu. Sekolahnya terdiri dari Preschool
TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT. Seperti nama yang menjadi inspirasinya yaitu
Thariq Bin Ziyad, pahlawan Islam Sang
Penakluk Spanyol, jantung bedua Eropa pada saat itu.
Ajang tahunan terbesar di lembaga itu yaitu TBZ OK Plus di
tingkat SD, Thariq Junior Olimpiade (TJO) di tingkat SMP dan Thariq Festifal
(Thafes) di tingkat SMA tahun 2016 dilaksanakan pada waktu yang bersamaan,
yakni tanggal 12 November 2016.
Keluar sebagai juara umum di ajang Thafes SMAIT Thariq Bin
Ziyad 2016 yang berlokasi di jalan raya Toyogiri Selatan Jatimulya Tambun Selatan
itu adalah dari SMPIT Asyifa Subang Jawa Barat, yang dua tahun debelumnya pernah juga menjadi juara umum pada ajang lomba yang terdiri dari
beragam aneka lomba akademik, seni dan olahraga serta kreativitas itu banyak
mendapat perhatian peserta dan penonton.
Apalagi dengan kehadiran sang penyanyi yang terkenal dengan
juara X Faxtor-nya yaitu Fatin Sidqia
Lubis di ajang tersebut, menjadikan Thafes semakin dikenal dari tahun ke tahun,
karena diselingi dengan penampilan musik religi.
Sementara itu Thariq Junior Olimpiade di SMPIT Thariq Bin
Ziyad juga berlangsung pada hari yang sama, keluar sebagai juara umum adalah
peserta kontingen dari SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau. Sementara SDIT
Thariq Bin Ziyad Jatimuya harus rela berada di bawahnya.
Sedangkan yang ketiga adalah event Thariq Bin Ziyad Outing
for Kids atau TBZ OK Plus yang diadakan
di SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya yang pesertanya adalah para kontingen dari
TK/RA/SDIT yang berasal dari Kabupaten dan Kota Bekasi.
1. TK Al Irsyad
2. TKIT TBZ
3. TKIT TBZ
Doa Harian
1. TK Yapin
2. TK AiSyiyyah
3. TK Ahza Nazifa
Shalat Jamaah
1. TK Yapin
2. TKIT TBZ
3. TK Al-Irsyad
Senam Gembira
1. TK Al Irsyad
2. TK Flamboyan
3. TKIT TBZ
Menyanyi Islami
1. TKIT TBZ
2. TK Rizki Ananda
3. TKIT TBZ
Menari
1. TK Rizki Ananda
2. TK Flamboyan 1
3. TK Flamboyan 2
Manik-Manik
1. TKIT TBZ 1
2. TK Darul Muttaqin
3. TK Al Irsyad
Mewarnai TK-A
1. TKIT TBZ
2. TK Salman Al Farizi
3. TK Ahza Nazifa
Mewarnai TK-B
1. TK Nurul Fikri
2. TK Salman
3. TK Salman
Tahfidzul Quran
1. TK Tunas Mutiara Quran
2. TKIT TBZ
3. TK Al Irsyad
Futsal Mini
1. TK Rizki Ananda 1
2. TK Al Irsyad
3. TK Flamboyan
4. TK Rizki Ananda (Harapan 1)
Sumber : Panitia TBZ OK Plus 2016
[MIO/Media Intajiyah Online]
Sabtu, 22 Oktober 2016
Refleksi Hari Santri Nasional: "Inilah Hebatnya Tentara Allah"
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Sabtu, Oktober 22, 2016
Meskipun hari Santri Nasional sangat erat kaitannya dengan "Resolusi Jihad" NU pada masa perang kemerdekaan, tetapi sosok yang satu ini tidak terlepas dari sejarah yang melatar belakangi pemerintah menetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Dialah sosok panglima yang berjiwa santri ksatria, Jenderal Sudirman. Tanggal 24 Januari 1916 Sudirman dilahirkan di
Purwokerto daerah Karesidenan Banyumas Jawa Tengah. Sebagai seorang ustadz yang
terpanggil untuk berjuang membebaskan dan mempertahankan kemerdekaan negerinya,
Jenderal Sudirman meyakini jika perjuangan ini merupakan jihad fii
sabilillah, melawan kaum kafir. Sebab itu dalam situasi yang paling genting
sekalipun, Sudirman tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Muslim.
Selain ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, Sudirman juga sering menunaikan
shalat lail dan puasa sunnah (Asren Nasution, h.71).
“Jenderal Sudirman selalu menjaga ibadah-ibadahnya.
Bahkan dalam keadaan yang sangat berbahaya bagi jiwanya. Dalam gerilya di selatan
Yogya dalam perang kemerdekaan, Sudirman yang dalam kondisi sakit selalu
menjaga shalatnya juga shalat malamnya. Bahkan tak jarang dia juga berpuasa
senin kamis. Di setiap kampung yang ia singgahinya, dia selalu mendirikan
pengajian dan member ceramah keagamaan kepada para pasukannya,” tutup Mayor
SGH. Bukhori, perwira Hisbullah yang sempat ditemukan penulis di tahun 1966
sebelum beliau meninggal.Kesholihan Sudirman ini sampai ke seluruh penjuru
Nusantara. Sebab itu, para pejuang Aceh yang juga meyakini jika
perangkemerdekaan merupakan jihad fii sabilillah, begitu mendengar
panglimanya yang shalih ini sakit, mereka segera mengirim bantuan berupa 40
botol obat suntik streptomisin guna mengobati penyakit paru-paru beliau. (Rizki
Ridyasmara, Grilya Salib di Serambi Mekkah, dari Zaman Portugis hingga Pasca
Tsunami 2006 h.100)
Sebagai pucuk pimpinan tentara, Jenderal Sudirman
membangun jejaring yang kuat antara pasukannya dengan laskar-laskar yang
berpusat di pondok-pondok pesantren. Saat pertempuran di Magelang dan kemudian
di Ambarawa, Sudirman sering terlihat ada di Payaman, Utara Magelang, dan
bekerjasama dengan pondok pesantren yang dipimpin Kiai Sirajd. Pondok pesanten
ini memiliki pasukan santri yang banyak dan militan, dikirim ke Ambarawa dan
berhasil memukul mundur Inggris/NICA. (Asren Nasution, h.91)
Pada pertengahan 1946, Jenderal Sudirman mengunjungi
lascar Hizbullah-Sabilillah Surakarta yang hendak berangkat ke medan jihad di
Alas Tuo dan Bugen. Waktu itu diadakan pertemuan di kediaman Kiai Haji Adnan di
tegalsari. Dihadapan ratusan laskar, Jenderal Sudirman mengawali sambutannya
dengan mengutip Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 10-11 dalam bahasa Arab yang
kemudian diterjemahkan sendiri:
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku
tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah
dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
Sambutan Jenderal
Sudirman itu sangat mengena di hati para anggota Hizbullah-Sabilillah
Surakarta. Semangat juang jihad fii sabilillah makin berkobar. Mereka
sendiri telah bersemboyan “hidup mulia atau mati syahid”. (Sejarah
Perang Hizbullah-Sabilillah Sunan Bonang, Kuntowijoyo, 1997).
Dalam setiap surat
perintah, sambutan atau diskusi, Jenderal Sudirman senantiasa mengutip
ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits. Misal, pada 7 Juni 1946 di Yogyakarta, dalam
rangka menanggapi dekrit presiden terhadap mobilisasi kekuatan Belanda,
Sudirman berpesan: “Kita dasarkan perjuangan sekarang ini atas dasar kesucian,
kami yakin, bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak akan melalaikan hamba-Nya yang
memperjuangkan sesuatu yang adil berdasarkan atas kesucian bathin. Jangan
cemas, jangan putus asa, meski kita sekalian menghadapi macam-macam kesukaran
dan menderita segala kekurangan, karena itu, kita insya Allah akan menang, jika
perjuangan kita sungguh berdasarkan kesucian, membela kebenaran dan keadilan.
Ingatlah pada firman Tuhan dalam Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 138 yang
berbunyi: “Walaa tahinuu walaa tahzanuu, Wa ‘antumul a’launa ingkuntum
mu’miniin”, yang artinya “Janganlah kamu merasa rendah, jangan kamu
bersusah hati, sedang kamu sesuangguhnya lebih baik jika kamu mukmin.” (Pusat
Pembinaan Mental Mabes ABRI: Kata-Kata Mutiara Panglima Besar Jenderal
Sudirman, 1990 h.85)
Pengetahuan Sudirman
tentang sirah Rasul SAW juga dalam, bahkan strategi Rasul dalam menghindari
intaian pasukan Quraiys dipakai Sudirman saat menghindari intaian Belanda saat
bergerilya di Selatan Yogyakarta. Saat berada di desa Karangnongko, setelah
sebelumnya menetap di desa Sukaram, Sudirman memiliki firasat jika desa itu
tidak aman lagi bagi pasukannya. Beliau meninggalkan desa dengan taktik
penyamaran, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya saat
akan berhijrah. Usai shubuh Sudirman yang memiliki nama samara Pak De,
dengan beberapa pengawal pergi menuju hutan dengan tidak mengenakan mantelnya.
Mantel yang biasa dipakai ditinggal dalam rumah di desa itu, termasuk beberapa
anggota rombongan yang terdiri dari Suparjo Rustam dan Heru Kesser. Pagi
harinya, Heru Kesser memakai mantel tersebut, bersama Suparjo Rustam, berjalan
menuju selatan. Setibanya di sebuah rumah, barulah mantel tersebut dilepas.
Mereka bersama beberapa orang diam-diam menyelinap menyusul Sudirman lewat rute
yang lain. Sore harinya, pasukan Belanda dengan pesawat pemburunya membombardir
rumah yang sempat disinggahi Heru Kesser dan Suparjo Rustam. Ini membuktikan
jika seorang Panglima sekaligus dai ini begitu menguasai taktik dan sejarah
perjuangan dalam Islam.
Panglima Besar Jenderal
“Ustadz” Sudirman ini meninggal di usia 38 tahun, pada tanggal 29 Januari 1950,
tepat hari Ahad. Andai semua TNI meneladani beliau, pasti negeri ini akan aman
dan penuh dengan berkah. [ ]
Sumber: EraMuslim
digest edisi koleksi 10
Langganan:
Postingan (Atom)






