Minggu, 12 Februari 2017

Setahun Dua Kali Seminar Parenting SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya 2016-2017





POMG SDIT Thariq Bin Ziyad untuk yang kedua kalinya tahun pelajaran 2016-2017 ini sudah mengadakan kegiatan Seminar Parenting untuk orangtua wali murid kelas 1, 2 dan 3. Setelah kegiatan pertama dilaksanakan pada tanggal 15 bulan Oktober 2016 lalu untuk kelas 4, 5 dan 6.

Selang 4 bulan panitia yang seminar yang terdiri dari pengurus Korlas (Koordinator Kelas), jajaran POMG yang terdiri dari orangtua murid dan guru SDIT Thariq Bin Ziyad mempersembahkan seminar kedua kali ini pada tanggal 11 Februari 2017 bertempat di Ballroom Hotel Merapi Merbabu Rawalumbu Kota Bekasi.

Kegiatan seminar yang bertema “Sinergi antara Peran Orang Tua dan Kurikulum yang Berkualitas dalam Membentuk Karakter Sholeh dan Cerdas” itu menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Tri Gunadi Amd. OT, S.Psi (Dokter dan Psikolog di YAMET Child Development Center) dan Irma Yuliantina, M.Pd (Dosen UNJ, Praktisi Kurikulum dan Pendidikan).

Dipandu oleh moderator psikolog yang juga menjadi orangtua murid di SDIT Thariq Bin Ziyad itu berlangsung selama dua jam lebih, terdiri dari sesi pemaparan presentasi dari kedua materi dan dilanjutkan dengan tanya-jawab. Acara mulai dibuka pukul 08.00 dengan pembacaan tilawah, sambutan dan doa.

Disela-sela acara ditampilkan performen seni siswa-siswi SDIT Thariq Bin Ziyad yaitu nasyid dan tari nusantara serta penyerahan beasiswa orangtua asuh kepada siswa-siswi binaan dari POMG SDIT Thariq Bin Ziyad. 

Meskipun sempat terjadi hujan di pagi harinya sehingga kondisi perjalanan sedikit terganggu tetapi suasana ruangan gedung baal hotel yang berisi sebanyak 400 kursi secara berangsur-angsur terpenuhi oleh peserta yang hadir. 

Orangtua sangat mengaptresiasi acara tersebut dalam rangka menggali ilmu, menerapkan dalam pendidikan di rumah dan sekolah dalam rangka membentuk generasi yang shaleh dan cerdas. Hal-hal teknis dalam pendidikan di rumah yang dibahas oleh kedua pembicara menjadi panduan bagi orangtua dalam mendidik anaknya di rumah.

Sedangkan pembicara pertama banyak berbicara tentang karakter dan hal-hal yang terkait dengan karakter, sehingga menurut penilaian wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Bapak Ust. Supriyanto, Lc ia merasa puas karena materi seminar telah sesuai dengan TOR yang telah dibuat oleh panita dan sekolah.[DM]

Rabu, 08 Februari 2017

ALUMNI LPIT THARIQ BIN ZIYAD BERIKAN DUKUNGAN PENUH KEPADA PASANGAN SAH

                           Gambar : Alumni LPIT Thariq Bin Ziyad Dukung Pasangan SAH

Bekasi - Intajiyah, Sejumlah alumni LPIT Thariq Bin Ziyad, sebuah lembaga pendidikan besutan dari Dr. Sa'duddin MM, yang terdiri dari lulusan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta baik dalam dan luar negeri sudah melakukan konsolidasi dan akan memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon Bupati Kabupaten Bekasi 2017-2022 nomor urut 2 yaitu Dr. Sa'duddin, MM (tokoh yang juga praktisi dan pegiat pendidikan) yang berpasangan dengan Ahmad Dhani (tokoh musisi dan praktisi seni).
Mulai dilakukan sosialisasi oleh alumninya generasinya yang pertama atau G-1, langsung kepada segenap alumni dari G-1 sampai G-17 (untuk SDIT), G.1 sampai G.11 untuk SMPITnya, begitu juga untuk SMAITnya yaitu G.1 sampai G.7 baik yang ada di kabupaten dan luar kabupaten Bekasi melalui kanal yang ada terutama media sosisal. Selain untuk memenangkan dan mensosialisasikan pasangan SAH, juga sebagai sebuah tanggung jawab moral bahwa pembangunan di Kabupaten Bekasi membutuhkan tenaga terdidik, terlatih dan terampil.
Dengan visi Kabupaten Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Agamis maka alumni LPIT Thariq Bin Ziyad yang sudah muali tersebar di berbagai kota di seluruh nusantara sudah saatnya memberikan dukungan dan kontribusi demi pembanguna daerahnya. Bagi yang berminat bergabung di group sosial media whatsapp silahkan bisa daftar dan bergabung melalui No.WA berikut ini :
089674106123 (Pak Dimyat) atau 08159208583 (Fajar. G.1 SDIT), atau 0895335282757 (Muqsith G.11SDIT atau G.1 SMPIT BS) atau 087777007473 (Hilfi G.3 SDIT), 085781174742 (Jihad Insan AMS G.5 SDIT) dst...!!! [DM]

Sumber : Facebook "Jaringan Massa Masyarakat Pemilih  Shaleh dan Cerdas"

Kamis, 24 November 2016

Hatrik, LPIT Thariq Bin Ziyad Selenggarakan 3 Event Lomba Antar Sekolah Dalam Sehari





Seolah tak kenal lelah dan henti, LPIT Thariq Bin Ziyad terus melaju dengan semangatnya yang selalu menggebu. Sekolahnya terdiri dari Preschool TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT. Seperti nama yang menjadi inspirasinya yaitu Thariq Bin Ziyad, pahlawan Islam  Sang Penakluk Spanyol, jantung bedua Eropa pada saat itu. 

Ajang tahunan terbesar di lembaga itu yaitu TBZ OK Plus di tingkat SD, Thariq Junior Olimpiade (TJO) di tingkat SMP dan Thariq Festifal (Thafes) di tingkat SMA tahun 2016 dilaksanakan pada waktu yang bersamaan, yakni tanggal  12 November 2016.

Keluar sebagai juara umum di ajang Thafes SMAIT Thariq Bin Ziyad 2016 yang berlokasi di jalan raya Toyogiri Selatan Jatimulya Tambun Selatan itu adalah dari SMPIT Asyifa Subang Jawa Barat,  yang dua tahun debelumnya pernah juga menjadi juara umum pada ajang lomba yang terdiri dari beragam aneka lomba akademik, seni dan olahraga serta kreativitas itu banyak mendapat perhatian peserta dan penonton. 

Apalagi dengan kehadiran sang penyanyi yang terkenal dengan juara  X Faxtor-nya yaitu Fatin Sidqia Lubis di ajang tersebut, menjadikan Thafes semakin dikenal dari tahun ke tahun, karena diselingi dengan penampilan musik religi.

Sementara itu Thariq Junior Olimpiade di SMPIT Thariq Bin Ziyad juga berlangsung pada hari yang sama, keluar sebagai juara umum adalah peserta kontingen dari SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau. Sementara SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimuya harus rela berada di bawahnya.


Sedangkan yang ketiga adalah event Thariq Bin Ziyad Outing for Kids  atau TBZ OK Plus yang diadakan di SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya yang pesertanya adalah para kontingen dari TK/RA/SDIT yang berasal dari Kabupaten dan Kota Bekasi. 

Dengan beragam lomba yang pemenangnya adalah sebagai berikut:


Adzan dan Iqomat
1. TK Al Irsyad
2. TKIT TBZ
3. TKIT TBZ

Doa Harian
1. TK Yapin
2. TK AiSyiyyah
3. TK Ahza Nazifa

Shalat Jamaah
1. TK Yapin
2. TKIT TBZ
3. TK Al-Irsyad

Senam Gembira
1. TK Al Irsyad
2. TK Flamboyan
3. TKIT TBZ

Menyanyi Islami
1. TKIT TBZ
2. TK Rizki Ananda
3. TKIT TBZ

Menari
1. TK Rizki Ananda
2. TK Flamboyan 1
3. TK Flamboyan 2

Manik-Manik
1. TKIT TBZ 1
2. TK Darul Muttaqin
3. TK Al Irsyad

Mewarnai TK-A
1. TKIT TBZ
2. TK Salman Al Farizi
3. TK Ahza Nazifa

Mewarnai TK-B
1. TK Nurul Fikri
2. TK Salman
3. TK Salman

Tahfidzul Quran
1. TK Tunas Mutiara Quran
2. TKIT TBZ
3. TK Al Irsyad

Futsal Mini
1. TK Rizki Ananda 1
2. TK Al Irsyad
3. TK Flamboyan
4. TK Rizki Ananda (Harapan 1)

Sumber : Panitia TBZ OK Plus 2016
[MIO/Media Intajiyah Online]

Sabtu, 22 Oktober 2016

Refleksi Hari Santri Nasional: "Inilah Hebatnya Tentara Allah"






Meskipun hari Santri Nasional sangat erat kaitannya dengan "Resolusi Jihad" NU pada masa perang kemerdekaan, tetapi sosok yang satu ini tidak terlepas dari sejarah yang melatar belakangi pemerintah menetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Dialah sosok panglima yang berjiwa santri ksatria, Jenderal Sudirman. Tanggal 24 Januari 1916 Sudirman dilahirkan di Purwokerto daerah Karesidenan Banyumas Jawa Tengah. Sebagai seorang ustadz yang terpanggil untuk berjuang membebaskan dan mempertahankan kemerdekaan negerinya, Jenderal Sudirman meyakini jika perjuangan ini merupakan jihad fii sabilillah, melawan kaum kafir. Sebab itu dalam situasi yang paling genting sekalipun, Sudirman tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Selain ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, Sudirman juga sering menunaikan shalat lail dan puasa sunnah (Asren Nasution, h.71).

“Jenderal Sudirman selalu menjaga ibadah-ibadahnya. Bahkan dalam keadaan yang sangat berbahaya bagi jiwanya. Dalam gerilya di selatan Yogya dalam perang kemerdekaan, Sudirman yang dalam kondisi sakit selalu menjaga shalatnya juga shalat malamnya. Bahkan tak jarang dia juga berpuasa senin kamis. Di setiap kampung yang ia singgahinya, dia selalu mendirikan pengajian dan member ceramah keagamaan kepada para pasukannya,” tutup Mayor SGH. Bukhori, perwira Hisbullah yang sempat ditemukan penulis di tahun 1966 sebelum beliau meninggal.Kesholihan Sudirman ini sampai ke seluruh penjuru Nusantara. Sebab itu, para pejuang Aceh yang juga meyakini jika perangkemerdekaan merupakan jihad fii sabilillah, begitu mendengar panglimanya yang shalih ini sakit, mereka segera mengirim bantuan berupa 40 botol obat suntik streptomisin guna mengobati penyakit paru-paru beliau. (Rizki Ridyasmara, Grilya Salib di Serambi Mekkah, dari Zaman Portugis hingga Pasca Tsunami 2006 h.100)

Sebagai pucuk pimpinan tentara, Jenderal Sudirman membangun jejaring yang kuat antara pasukannya dengan laskar-laskar yang berpusat di pondok-pondok pesantren. Saat pertempuran di Magelang dan kemudian di Ambarawa, Sudirman sering terlihat ada di Payaman, Utara Magelang, dan bekerjasama dengan pondok pesantren yang dipimpin Kiai Sirajd. Pondok pesanten ini memiliki pasukan santri yang banyak dan militan, dikirim ke Ambarawa dan berhasil memukul mundur Inggris/NICA. (Asren Nasution, h.91)

Pada pertengahan 1946, Jenderal Sudirman mengunjungi lascar Hizbullah-Sabilillah Surakarta yang hendak berangkat ke medan jihad di Alas Tuo dan Bugen. Waktu itu diadakan pertemuan di kediaman Kiai Haji Adnan di tegalsari. Dihadapan ratusan laskar, Jenderal Sudirman mengawali sambutannya dengan mengutip Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 10-11 dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan sendiri: 

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” 

Sambutan Jenderal Sudirman itu sangat mengena di hati para anggota Hizbullah-Sabilillah Surakarta. Semangat juang jihad fii sabilillah makin berkobar. Mereka sendiri telah bersemboyan “hidup mulia atau mati syahid”. (Sejarah Perang Hizbullah-Sabilillah Sunan Bonang, Kuntowijoyo, 1997).

Dalam setiap surat perintah, sambutan atau diskusi, Jenderal Sudirman senantiasa mengutip ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits. Misal, pada 7 Juni 1946 di Yogyakarta, dalam rangka menanggapi dekrit presiden terhadap mobilisasi kekuatan Belanda, Sudirman berpesan: “Kita dasarkan perjuangan sekarang ini atas dasar kesucian, kami yakin, bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak akan melalaikan hamba-Nya yang memperjuangkan sesuatu yang adil berdasarkan atas kesucian bathin. Jangan cemas, jangan putus asa, meski kita sekalian menghadapi macam-macam kesukaran dan menderita segala kekurangan, karena itu, kita insya Allah akan menang, jika perjuangan kita sungguh berdasarkan kesucian, membela kebenaran dan keadilan. Ingatlah pada firman Tuhan dalam Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 138 yang berbunyi: “Walaa tahinuu walaa tahzanuu, Wa ‘antumul a’launa ingkuntum mu’miniin”, yang artinya “Janganlah kamu merasa rendah, jangan kamu bersusah hati, sedang kamu sesuangguhnya lebih baik jika kamu mukmin.” (Pusat Pembinaan Mental Mabes ABRI: Kata-Kata Mutiara Panglima Besar Jenderal Sudirman, 1990 h.85)

Pengetahuan Sudirman tentang sirah Rasul SAW juga dalam, bahkan strategi Rasul dalam menghindari intaian pasukan Quraiys dipakai Sudirman saat menghindari intaian Belanda saat bergerilya di Selatan Yogyakarta. Saat berada di desa Karangnongko, setelah sebelumnya menetap di desa Sukaram, Sudirman memiliki firasat jika desa itu tidak aman lagi bagi pasukannya. Beliau meninggalkan desa dengan taktik penyamaran, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya saat akan berhijrah. Usai shubuh Sudirman yang memiliki nama samara Pak De, dengan beberapa pengawal pergi menuju hutan dengan tidak mengenakan mantelnya. Mantel yang biasa dipakai ditinggal dalam rumah di desa itu, termasuk beberapa anggota rombongan yang terdiri dari Suparjo Rustam dan Heru Kesser. Pagi harinya, Heru Kesser memakai mantel tersebut, bersama Suparjo Rustam, berjalan menuju selatan. Setibanya di sebuah rumah, barulah mantel tersebut dilepas. Mereka bersama beberapa orang diam-diam menyelinap menyusul Sudirman lewat rute yang lain. Sore harinya, pasukan Belanda dengan pesawat pemburunya membombardir rumah yang sempat disinggahi Heru Kesser dan Suparjo Rustam. Ini membuktikan jika seorang Panglima sekaligus dai ini begitu menguasai taktik dan sejarah perjuangan dalam Islam.

Panglima Besar Jenderal “Ustadz” Sudirman ini meninggal di usia 38 tahun, pada tanggal 29 Januari 1950, tepat hari Ahad. Andai semua TNI meneladani beliau, pasti negeri ini akan aman dan penuh dengan berkah. [  ]

Sumber: EraMuslim digest edisi koleksi 10

Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016



Assalamu'alaikum Wr Wb

Santri adalah komponen bangsa yang lahir dari rahim pesantren dengan berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan, sosial, politik dan lembaga pendidikan yang ada, terutama pesantren, baik pesantren yang berada dalam naungan NU, Muhammadiyah, Persis dan seluruh ormas Islam yang ada, yang dididik untuk memliliki kompetensi dan kelak diharapkan berperan untuk membangun bangsa Indonesia. Untuk itu kami keluarga besar Media Intajiyah Online (MIO) mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016. Santri berkualitas dan bersatu Indonesia makin bermartabat, semakin baik dan semakin jaya.

Wassalamu'alaikum Wr Wb


Kamis, 20 Oktober 2016

Bunda Neno Warisman: Siswa-Siswi Thariq Bin Ziyad, Jadilah Generasi Penakluk!





Dalam pemaparan pengalaman, ilmu dan materi parentingnya pada acara Seminar Parenting yang diadakan oleh SDIT Thariq Bin Ziyad (15/10/16). Bunda Neno Warisman menaruh perhatian kepada sekolah Thariq Bin Ziyad tersbeut. Beliau menyatakan bahwa nama Thariq Bin Ziyad adalah nama pahlawan besar, pahlawan Islam, dan Sang Penakluk. Sebagaimana kita tahu dalam sejarah bahwa Thariq Bin Ziyad masuk ke dataran Eropa yakni Andalusia di daerah Spanyol melalui benua Afrika dan melewati selat yang bernama selat Jabal Thariq atau Gibral Tark (bisa dilihat lewat peta ataugooglemap). Bunda berharap agar siswa-siswi dan alumni Thariq Bin Ziyad menajadi generasi penakluk.

Karakter kepemimpinan harus menonjol dalam kepribadian Sang Penakluk, untuk itu orangtua di rumah dan bapak serta ibu guru di sekolah harus mewujudkan pendidikan dan prilaku yang bermutu. Orang tua yang bermutu, ayah yang idola, yang merupakan lokomotif keteladanan. Ia lahir dan dilandasi dengan aqidah atau tauhid yang benar, akhlak yang mulia dan muamalah yang baik. Sedangkan ibu bidadari adalah ibu yang pandai menjaga harga dirinya dihadapan Allah, keluarga dan anak-anaknya.  Jika mulut ibu pedas maka harga diri anak akan rusak, ternodai dan lidahnya tidak lagi sakti.

Agar menjadi orang tua yang bermutu maka langkah awalnya adalah jadilah orang tua yang berilmu. Kecerdasan spiritual tidak kalah pentingnya dengan kecerdasan IQ atau intelektual. Dari sebelas game yang ada Bunda Neno mencoba menanyakannya kepada anak terlebih dahulu, kebetulan peserta Rebana Thariq Bin Ziyad yang berjumlah Sembilan itu diminta maju oleh bunda Neno di awal presentasinya. Mereka berdialog tentang berbagai hal mulai dari sekolah, teman, orangtua dan guru sampai masalah game online. 

Ternyata kita sebagai orang tua belum tentu  tau game online yang jumlahnya banyak itu. Inilah realitanya, kesenjangan atau perbedaan pengetahuan orang tua dan anak dari sisi ini saja sudah sangat bebeda, apalagi dari sisi yang lainnya. Misalnnya hobi, minat bakat, sudut pandang dan lain sebagainya. Oleh sebab itu jadilah hendaklah orangtua bersikap adil dan bijaksana. Ada tiga jenis orangtua yaitu otoriter, permisif dan dialogis. Begitu juga minat dan bakat anak juga berbeda-beda, termasuk gaya belajarnya. Ada yang auditory, ada yang visual dan ada yang kinestetis.

Oleh sebab itu bunda Neno Warisman mengulang-ulang dan menggaris bawahi pesannya yaitu kenali peserta didik kita dan dekati putra-putri kita agar mereka tumbuh dan berkembang seoptimalnya. Selain mengembangkan minat dan bakatnya, kecerdasan intelektual, emosional dan spiritualnya. Termasuk kecerdasan majemuk yang dimilikinya. Untuk itu maka dalam rangka mengoptimalkan manfaat positif dari adanya teknologi komunikasi dan informasi seperti saat ini, dan meminimilaisir dampak negatifnya antara lain kecanduan game online, atau lain sebagainya. 

Untuk itu diperlukan cara pandang (mindset) yang benar dari orangtua terhadap anak dan apa-apa yang ada disekelilingnya termasuk di dalamnya ada game online. Bahwa teknologi ibarat pedang bermata dua, bisa bermanfaat atau berbahaya bagi pendidikan anak kita. Oleh karena kita diperlukan beberapa tips antara lain: mengetahui jadwal  dan durasi  mereka berada di depan internet, berdialog dengan anak tentang hal-hal yang dihadapinya, membentengi anak dengan imunitas keimanan, ibadah harian dan akhlak/adab serta membangun kedekatan dengan anak baik dengan perkataan, sentuhan serta sarana komunikasi lainnya. 

Selain itu mengembangkan minat, bakat dan ‘fashion’nya sehingga kelak dikemudian hari dia benar-benar bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, masyarakat dan bangsanya. Belajarlah dari filosofis atau kehidupan alam seperti pohon pisang, ia tidak akan mati pohonnya sebelum ia memiliki tunas baru, sebagai generasi pelanjutnya. Demikian sekelumit tentang paparannya yang disampaikan dengan penuh semangat dan gaya bahasanya, lengkap dengan bahasa tubuh (body language)-nya yang khas. Wallahu a’lam. [DM]




Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.