Rabu, 12 April 2023

KAJIAN TAHSIN AL-QUR'AN METODE ATH-TAHRIQ DI ACARA RADIQ 1444 H.

Untuk materi buku AT-THARIQ bisa buka atau di download di website SAHABAT QUR'AN SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya di menu download bisa di dapatkan buku At-Thariq yang enam jilid terdiri atas :



Buku At-Thariq Jilid 1 : Download

Buku At-Thariq Jilid 2 : Download

Buku At-Thariq Jilid 3 : Download

Buku Tadarus : Download

Buku Ghorib : Download

Buku Tajwid : Download

Atau secara keseluruhan bisa di lihat di link Sahabat Qur'an SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya berikut ini:

Sahabat Qur'an SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya 

Wallahu a'lam. [DM]

RAMADHAN DI AL-QUDS (RADIQ) 1444 H/2023 M PERTAMA KALINYA DIGELAR SEBAGAI PELANJUT



Ramadhan Di Al-Quds (RADIQ) merupakan program kerja bersama antara DKM Al-Quds dan SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya dalam rangka mengoptimalkan amaliah Ramadhan 1444 H dan memakmurkan Masjid Al-Quds SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya. Hal ini sampaikan langsung oleh ketua panitia Ramadhan Di Al-Quds (RADIQ) DKM & SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya kepada redaksi Majalah Intajiyah Online (MIO, 13/04/23). 

Kegiatan RADIQ terdiri dari atau mencakup Tarawih di Al-Quds, I'tikaf di Al-Quds dan Buka Bersama (Ifthor Jamai) di Al-Quds serta Shalat Idul Fitri di Al-Quds. I;tikaf dilaksanakan husus pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan agenda acara yang beragam dan bervariatif. Hal ini agar menjadi pengalaman dan sajian tersendiri untuk para peserta i'tikaf. 

Program utama (prime ) acara i'tikaf adalah KAJIAN I"TIKAF dan DIALOG ALUMNI. Selain itu ada program yang bersifat mandiri seperti dzikir dan shalawat, shalat sunnah, tadarus atau tilawah Al-Qur'an dll. Berikut ini jadwal lengkap KAJIAN I'TIKAF (Malam Ganjil) dan DIALOG ALUMNI (Malam Genap) yang akan dilaksanakan selama Iktikaf Asyrul Awakhir Ramadhan di Al-Quds SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya :

I'tikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan 1444 H

FOR IKHWAN (Putra) & AKHWAT (Putri)

Mulai dari tanggal 11 - 20 April 2023

Bentuk Mata Acara/Kegiatan :

Sholat wajib & Tarawih berjamaah, Tilawah harian mandiri,  Dialog Dakwah Alumni TBZ, Kajian I'tikaf, Qiyamullail, Makan sahur bersama, Kajian Tahsin,  dll.

Imam Qiyamullail:

PARA HAFIDZ ALUMNI SDIT TBZ JTM & PARA ASATIDZ SIT TBZ

Pengisi Kajian (Malam Ganjil) & Dialog Alumni SOLID (Malam Genap)

✅Ust. Supriyanto M Hadi, Lc (Radik M.21)

✅Ust. H. Nurkosim, Lc (Radik M.23)

✅Ust. Solihin Efendi, S.Pd.I

✅Ust. Efendi, Lc (Radik M.25)

✅Ust. Roni L Ikrom, Lc (Radik M.27)

✅Ust. Soimun Labib, S.Pd.I (Radik M.29)

Aktivis Alumni yang tergabung dalam SOlidaritas ALumni Thariq Bin ZiyaD (SOLID) yang sudah menyatakan akan kehadirannya dan siap menjadi Imam Qiyamullai adalah ada ananda Muhammad Alkindi Bz, Ananda Faqih Abdurrahman, ananda Muhammad Alfarobi Bz ada Ayyash dll.

Siapkan Infak Terbaikmu 💰Rp. 25 K / malam 

Informasi dan Pendaftaran

Ust. Dede Kusmawan (Ka  DKM) https://wa.me/628561875557

Ust. Dimyat (Aa Dym) https://wa.me/6289674106123

Alamat Masjid Al-Quds SDIT TBZ Jatimulya:

Perumahan Jatimulya RT.18 RW.11 Kel. Jatimulya Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi

Tawaran Menarik, Mau? Ibadah 1.000  Bulan dg Paket Biaya Rp. 150.000,- Untuk Sahur dan Ta'zil selama 10 hari?

Khusus Guru/Karyawan (Ikhwan & Akhwat) SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya segera daftar melalui link berikut ini:

https://forms.gle/6KSCHZtwx8TkhCca8

Hadis dari Aisyah RA; “Adalah Nabi SAW melakukan Iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan oleh Allah SWT, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh istrinya setelah wafatnya.” (HR Bukhari, Fathul Bari)

Sebagaimana dalam hadits di atas kegiatan i'tikaf nabi SAW sebelumnya akhirnya dilanjutkan oleh para istri beliau dan para sahabatnya. Demikian juga i'tikaf di Al-Quds SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya adalah tempat i'tikaf terakhir ketua Yayasan Thariq Bin Ziyad saat itu yakni Allahu yarham, Ust. H. Dr. Sa'duddin, MM, Almarhum. Kemudian i'tikafnya dilanjutkan oleh mantu-mantu beliau dan para guru, karyawan serta para murid dan alumni Thariq Bin Ziyad yang tergabung dalam wadah yang SOLID, atau Solidaritas Alumni Thariq Bin Ziyad. [DM].




Rabu, 09 September 2020

Satu Detik Amanah

 


Lembaga Pendidikan Islam Terpadu "Thariq Bin Ziyad" memiliki tagline pendidikan sejak Rapat Dinas (RADIN) tahun 2013 yaitu A3B yaitu Akhlak, Al-Qur'an, Akademik dan Bahasa. Selain memiliki A3B LPIT Thariq Bin Ziyad juga memiliki nilai-nilai luhur atau yang dikenal dengan citra Thariq Bin Ziyad yaitu Amanah, Bersih, Disiplin, Berprestasi, Peduli Lingkungan, Berketerampilan Hidup.

Bagi ibu Nur Siti Fatimah satu detik adalah amanah, beginilah penuturannya :



Kamis, 23 Juli 2020

Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemik Covid-19


                                                      


Sejak pemerintah menetapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pada Maret 2020 di beberapa daerah, sekolah mulai merumahkan siswa-siswi, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Orangtua, guru dan siswa pun mulai berkenalan, berinteraksi dan punya pengalaman dengan sistem pembelajaran baru tersebut sampai akhirnya tahun pelajaran baru 2019-2020 pun berakhir pada bulan Juni 2020. 


Ketika memasuki tahun pelajaran baru 2020-2021 yang dimulai pada tanggal 13 Juli 2020, kondisi pandemik Covid-19 belum berakhir, meski pemerintah memperkenalkan adanya new-normal atau di Jawa Barat dikenal dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sekolah pun bersiap-siap untuk memasuki tahun pelajaran baru tersebut dengan gamang. Ada yang berpikir bahwa pola lama masih bisa diterapkan tetapi sebagai sebuah lembaga yang harus adaptif dengan keadaan maka sistem PJJ atau BDR pun mau tidak mau, suka atau tidak suka harus diterapkan. 


Meski dalam keadaan yang sangat beragam kesiapan sekolah itu, namun unjian Pandemik Covid-19 seolah menjadi ujian bersama seluruh sekolah, sehingga memasuki masa BDR atau PJJ masing-masing sekolah memiliki positioningnya masing-masing dalam menerapkan sistem PJJ atau BDR. Pada akhirnya nanti akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kenyataan yang ada. Termasuk guru-gurunya, orangtua muridnya dan siswanya. 


Khusus untuk sekolah dengan jenjang Sekolah Dasar maka peran wali kelas sangat penting dalam menyajikan pembelajaran tematik. Sedangkan guru bidang studi seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) juga dituntut untuk bisa tetap memberikan layanan pendidikan kepada para siswanya dengan sistem BDR/PJJ. Berikut ini adalah beberapa kiat dan strategi mata pelajaran PAI di masa BDR/PJJ agar tujuan pendidikan Agama (khusunya Islam) tetap berjalan dan bermakna meskipun dengan sitem online atau jarak jauh.


A. Pemilihan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) PAI

B. Optimalisasi Presentasi Power Point (PPT) Untuk Menyusun Materi (Bahan Ajar)

C. Penyajian Materi Pelajaran Dengan Media Yang Dikuasai: Bandicam, X-Recorder atau Video Rekaman Sejenisnya

D. Optimalisasi Google Form Untuk Membuat Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Harian dan Pembiasaan Akhlakul Karimah

E. Pengadministrasian Pembelajaran Kelas dengan Google Classroom


Pada hakikatnya pendidikan adalah upaya sadar menyiapkan peserta didik sebagaimana yang diatur oleh aturan yang berlaku, oleh karenanya maka apapun keadaaanya, bagaimanapun kondisinya harus tetap berjalan sesuai tujuan yang di harapkan yaitu membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakul mulia (karimah), sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang baik.


Jika kita berkaca kepada pendidikan di zaman Nabi Ibrahim As, bagaimana ia meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus dengan segala keterbatasan yang ada tetapi bisa mewariskan anak dan generasi yang shaleh dan cerdas. Semoga dengan adanya pandemik Covid-19 ini Penddiikan Agama Islam atau Pendidikan Budi Pekerti lainnya tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional tadi.


Salam Pendidikan, semoga tetap sehat dan semangat.

Wallahua'lam.

Mengenal GNPF-MUI Yang Sekarang Menjadi GNPF-Ulama



Sebagaimana diberitakan oleh SuaraIslam.com bahwa GNPF-MUI yang sekarang telah berubah menjadi GNPF-Ulama mendukung upaya mendekatkan partai politik berdasarkan ideologinya.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-Ulama menegaskan tidak akan memilih partai-partai politik pendukung Undang-Undang Ormas yang baru.

"(Kami) tidak mendukung dan tidak memilih partai-partai yang telah menyetujui Perppu menjadi UU baik dalam Pilkada, Pileg, maupun Pilpres," kata Pembina Majlis Adz Dzikra Abah Rouf yang didaulat membacakan pernyataan sikap GNPF-Ulama serta para tokoh Ormas yang menolak Perppu 2/2017 dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Seperti dilansir Indopos.co.id, GNPF Ulama menolak dengan tegas UU Ormas yang lahir dari Perppu tersebut dengan keyakinan bahwa ajaran Islam mewajibkan menentang dan mencegah setiap kezaliman maupun kemungkaran yang terjadi.

"Dari sudut aspek konstitusional, proses politik yang melahirkan peraturan perundang-undangan tersebut tidak dapat diterima sebagai proses politik yang dibenarkan menurut ukuran legal formal konstitusional," papar Rouf.

Menurutnya, Perppu 2/2017 yang diterbitkan 10 Juli lalu tidak memenuhi unsur syarat-syarat untuk dapat diterbitkan. Dalam hal proses politik pengesahan Perppu menjadi undang-undang juga terkesan telah terjadi pemaksaan dari rezim yang tengah berkuasa yang akan menggunakan Perppu pembubaran ormas tersebut sebagai senjata mengekang kebebasan dan bertentangan dengan pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945. "Dari hasil kajian Tim Advokasi kami menunjukkan demikian," tukasnya.

GNPF Ulama dan Ormas-Ormas Islam memandang, substansi dari Perppu yang telah disahkan menjadi UU tersebut sangat merugikan umat Islam karena cenderung ditujukan untuk membatasi dan mengekang dakwah Islam sekaligus ingin memadamkan cahaya agama Allah Swt.

Adapun ke depannya, GNPF Ulama akan melakukan berbagai perlawanan dan upaya-upaya lain yang sesuai dengan mekanisme legal konstitusi. "Kami juga akan selalu mengawal persidangan di Mahkamah Konstitusi dengan demo," tutupnya.

Hadir juga dalam jumpa pers tersebut Ketua GNPF-Ulama H Bachtiar Natsir, Sekjen FUI H Muhammad Al-Khaththath, Ketua Presidium Alumni 212 H Slamet Ma'arif, Senator Jakarta Hj Fahira Idris, Hj Neno Warisman, Ketua Umum FPI KH A Sobri Lubis, Pimpinan Perguruan Islam Asy-Syafi'iyah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, Ketua Umum FORSAP Hj Nurdiati Akma, Ketua Muslimat Parmusi Nurhayati Payapo, Amir Jamaah Anshorus Syariah Muhammad Akhwan, dan sejumlah pimpinan ormas Islam lainnya.

GNPF-Ulama adalah kelanjutan dari GNPF-MUI yang sukses mengadakan Aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu. GNPF-Ulama dikomandani Bachtiar Nasir sebagai Ketua dan Munarman sebagai Sekretaris Umum.





Selasa, 12 September 2017

Idul Adha 1438 H LPIT Thariq Bin Ziyad Sembelih 22 Sapi dan 60 Kambing atau Domba



Idul Adha 1438 H LPIT Thariq Bin Ziyad berhasil mengumpulkan dan mendistribusikan hewan qurban yang terdiri dari 22 Sapi dan 60 Kambing atau Domba.

Rinciannya dari hasil rekap setiap unit adalah sebagai berikut :

1. TKIT = 2 sapi dan 10 kambing

2. SDIT PHP = 4 sapi dan 6 kambing

3. SDIT JTM = 6 sapi dan 20 kambing

4. SMPIT = 3 sapi dan 13 kambing

5. SMAIT = 4 sapi dan 3 kambing

6. SMPIT Boarding School = 5 sapi dan 8 kambing

Sumber : Manajer Pendidikan LPIT Thariq Bin Ziyad

Semoga amal ibadah para pequrban diterima disisi Allah SWT.

Jumat, 18 Agustus 2017

Testimoni Orangtua Murid SDIT Thariq Bin Ziyad, Agus Awe: "Lahirkan Terus Generasi Baru"

                                     Keluarga Bapak H. Agus Wahyudin (Agus Awe), FB. Agus Awe
Long Time Ago

Anak gadis kecil itu.
Bersama kakak dan adiknya.
Harus tetap ke sekolah di SDIT Thariq bin Ziyad.

Namun jalan depan rumah kami penuh air. Karena air langit yang berlomba turun.
Menggedongnya merupakan satu-satunya pilihan.
Agar sampai ke mobil jemputan.


Di tengah hujan dengan tangan menggengam payung.
Satu tangan lainnya menggendongnya.
Mengantar hingga pinggir mobil jemputan.
Satu-persatu digendong.

Dengan nafas yang terus bertahan.
dan kaki yang perlahan menyibak banjir.
Doa dan lambaian tangan
melepas kepergian mereka
ke tempat diri membangun akhlaq, iman dan ilmu.

Selepas dari SD, kami mengantar mereka untuk tiga tahun tinggal di Ponpes Husnul Khotimah.
Tempat yang teramat jauh dari rumah kami.
Perjalanan mereka dilanjutkan.
Merangkai sejarah dalam membangun ibadah dan ilmu.

Duduk di kursi SMA hingga meraih sarjana.
Layaknya dalam kehidupan
sakit tak pernah diudang, namun kadang menghampiri.
Pernah empat anak kami sakit bersamaan.
Padahal secara bersamaan, ibunda mereka sedang mengandung si bungsu.

Kami merawat mereka dengan segenap kasih sayang.
Juga dengan doa yang terucap dan lirih dalam hati.
Kini, dua dari lima anak kami telah menikah. Membangun kehidupan baru bersama orang lain yang akhirnya menjadi bagian dari keluarga kami.

Kemarin, Sofie Maulida meneruskan jejak keturunan keluarga.
Begitu juga Mabrury Jurnalis menyiapkan lagi penerus riwayat keluarga.
Ayo, Nak.

Lahirkan terus generasi baru
yang menjadi bagian dari kekuatan dahsyat agama, keluarga, saudara, handai tolan dan masyarakat.
Dan kelak akhiri hidup ini dengan husnul khotimah
dan keturunan kita berdoa serta beramal yang pahalanya juga dipersembahkan untuk kita.

Sumber : FB Agus Awe

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.