Senin, 20 Januari 2014

Pengalaman Membina Mentoring SMAIT Thariq Bin Ziyad (1)

Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai


Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.

Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.

Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :

1  1. Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2  2. Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3 3. Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.

Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]
Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai

Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.

Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.

Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :

1.       Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2.       Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3.       Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.

Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]
Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai

Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.

Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.

Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :

1.       Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2.       Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3.       Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.
Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]
Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai

Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.
Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.
Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :
1.       Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2.       Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3.       Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.
Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]
Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai

Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.

Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.

Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :

1.       Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2.       Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3.       Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.

Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]
Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai

Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.

Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.

Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :

1.       Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2.       Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3.       Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.
Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]
Kegiatan Mentoring itu Baik Tidak Perlu Dicurigai

Bagi sekolah Islam terpadu seperti SMAIT Thariq Bin Ziyad, kegiatan mentoring agama islam solah-olah bukanlah hal yang baru, mereka ada yang menamakannya halaqoh tarbawiyah, pengajian rohani islam atau Rohis dan lain-lain. Berbeda dengan di sekolah umum atau negeri, kegiatan mentoring seperti di atas masih terbilang langka atau bahkan mungkin elum atau tidak ada. 

Meskipun belakangan ini banyak sekolah pavorit baik dari sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah umum lainnya banyak yang sudah melirik kegiatan mentoring ini. Mengungat manfaat dan efektivitasnya dalam rangka membina spiritual dan mental demi pendidikan karakter siswa pada umumnya.
Mulai menjamurnya kegiatan mentoring (pengajian) atau sejenisnya di sekolah-sekolah tak perlu dikhawatirkan oleh siapapun, karena tujuan dan manfaatnya sudah jelas. Kegiatan seperti itu bahkan perlu didukung baik oleh sekolah maupun oleh orangtua siswa. Kegiatan seperti itu penulis prediksi ke depan akan terus menjamur baik karena kesadaran para pimpinan sekolahnya maupun karena kepedulian para alumninya yang mau mengabdi dalam bidang pembinaan rohani ini di sekolah asalnya.
Tinggal bagaimana guru dan siswa yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya sebagai bagian dari proses pendidikan baik itu masuk sebagai kurikulum inti atau tambahan, yang jelas manfaatnya cukup dirasakan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri bahkan orangtua. Seperti yang penulis alami ada berbagai manfaat yang nyata dari kegiatan mentoring yaitu :
1.       Secara psikologis kedekatan guru dengan siswanya akan lebih terjalin sehingga akan mendukung proses pembelajaran selanjutnya baik di kelas atau di luar kelas.
2.       Secara pedagogis maka dengan sendirinya akan mendukung program pendidikan karakter, pendidikan karakter yang tidak menjelimet seperti pada kurikulum 2013.
3.       Secara akademis forum mentoring bisa dijadikan sebagai ajang konsultasi akademik, karena dalam mentoring selain diisi dengan dzikir al-qur’an juga ada diskusi atau mudzakaroh serta musyawarah.
Jadi bagi anda yang punya persepsi negatif tentang mentoring mulai detik ini saatnya anda meninggalkan persepsi negatif tersebut karena jauh dari kegiatan yang bersifat doktrinasi, bahkan yang terjadi adalah sinergi antara sisi-sisi keunggulan  yang ada di masing-masing individu, menjadi suatu kekuatan bersama menuju harmoni kebersamaan dan pribadi yang memiliki multi keunggulan.  Sehingga pada akhirnya ia layak diangkat sebagai pemimpin. [DM]

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.