Rabu, 09 September 2020

Satu Detik Amanah

 


Lembaga Pendidikan Islam Terpadu "Thariq Bin Ziyad" memiliki tagline pendidikan sejak Rapat Dinas (RADIN) tahun 2013 yaitu A3B yaitu Akhlak, Al-Qur'an, Akademik dan Bahasa. Selain memiliki A3B LPIT Thariq Bin Ziyad juga memiliki nilai-nilai luhur atau yang dikenal dengan citra Thariq Bin Ziyad yaitu Amanah, Bersih, Disiplin, Berprestasi, Peduli Lingkungan, Berketerampilan Hidup.

Bagi ibu Nur Siti Fatimah satu detik adalah amanah, beginilah penuturannya :



Kamis, 23 Juli 2020

Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemik Covid-19


                                                      


Sejak pemerintah menetapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pada Maret 2020 di beberapa daerah, sekolah mulai merumahkan siswa-siswi, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dengan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Orangtua, guru dan siswa pun mulai berkenalan, berinteraksi dan punya pengalaman dengan sistem pembelajaran baru tersebut sampai akhirnya tahun pelajaran baru 2019-2020 pun berakhir pada bulan Juni 2020. 


Ketika memasuki tahun pelajaran baru 2020-2021 yang dimulai pada tanggal 13 Juli 2020, kondisi pandemik Covid-19 belum berakhir, meski pemerintah memperkenalkan adanya new-normal atau di Jawa Barat dikenal dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sekolah pun bersiap-siap untuk memasuki tahun pelajaran baru tersebut dengan gamang. Ada yang berpikir bahwa pola lama masih bisa diterapkan tetapi sebagai sebuah lembaga yang harus adaptif dengan keadaan maka sistem PJJ atau BDR pun mau tidak mau, suka atau tidak suka harus diterapkan. 


Meski dalam keadaan yang sangat beragam kesiapan sekolah itu, namun unjian Pandemik Covid-19 seolah menjadi ujian bersama seluruh sekolah, sehingga memasuki masa BDR atau PJJ masing-masing sekolah memiliki positioningnya masing-masing dalam menerapkan sistem PJJ atau BDR. Pada akhirnya nanti akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kenyataan yang ada. Termasuk guru-gurunya, orangtua muridnya dan siswanya. 


Khusus untuk sekolah dengan jenjang Sekolah Dasar maka peran wali kelas sangat penting dalam menyajikan pembelajaran tematik. Sedangkan guru bidang studi seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) juga dituntut untuk bisa tetap memberikan layanan pendidikan kepada para siswanya dengan sistem BDR/PJJ. Berikut ini adalah beberapa kiat dan strategi mata pelajaran PAI di masa BDR/PJJ agar tujuan pendidikan Agama (khusunya Islam) tetap berjalan dan bermakna meskipun dengan sitem online atau jarak jauh.


A. Pemilihan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) PAI

B. Optimalisasi Presentasi Power Point (PPT) Untuk Menyusun Materi (Bahan Ajar)

C. Penyajian Materi Pelajaran Dengan Media Yang Dikuasai: Bandicam, X-Recorder atau Video Rekaman Sejenisnya

D. Optimalisasi Google Form Untuk Membuat Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Harian dan Pembiasaan Akhlakul Karimah

E. Pengadministrasian Pembelajaran Kelas dengan Google Classroom


Pada hakikatnya pendidikan adalah upaya sadar menyiapkan peserta didik sebagaimana yang diatur oleh aturan yang berlaku, oleh karenanya maka apapun keadaaanya, bagaimanapun kondisinya harus tetap berjalan sesuai tujuan yang di harapkan yaitu membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakul mulia (karimah), sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang baik.


Jika kita berkaca kepada pendidikan di zaman Nabi Ibrahim As, bagaimana ia meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus dengan segala keterbatasan yang ada tetapi bisa mewariskan anak dan generasi yang shaleh dan cerdas. Semoga dengan adanya pandemik Covid-19 ini Penddiikan Agama Islam atau Pendidikan Budi Pekerti lainnya tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional tadi.


Salam Pendidikan, semoga tetap sehat dan semangat.

Wallahua'lam.

Mengenal GNPF-MUI Yang Sekarang Menjadi GNPF-Ulama



Sebagaimana diberitakan oleh SuaraIslam.com bahwa GNPF-MUI yang sekarang telah berubah menjadi GNPF-Ulama mendukung upaya mendekatkan partai politik berdasarkan ideologinya.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-Ulama menegaskan tidak akan memilih partai-partai politik pendukung Undang-Undang Ormas yang baru.

"(Kami) tidak mendukung dan tidak memilih partai-partai yang telah menyetujui Perppu menjadi UU baik dalam Pilkada, Pileg, maupun Pilpres," kata Pembina Majlis Adz Dzikra Abah Rouf yang didaulat membacakan pernyataan sikap GNPF-Ulama serta para tokoh Ormas yang menolak Perppu 2/2017 dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Seperti dilansir Indopos.co.id, GNPF Ulama menolak dengan tegas UU Ormas yang lahir dari Perppu tersebut dengan keyakinan bahwa ajaran Islam mewajibkan menentang dan mencegah setiap kezaliman maupun kemungkaran yang terjadi.

"Dari sudut aspek konstitusional, proses politik yang melahirkan peraturan perundang-undangan tersebut tidak dapat diterima sebagai proses politik yang dibenarkan menurut ukuran legal formal konstitusional," papar Rouf.

Menurutnya, Perppu 2/2017 yang diterbitkan 10 Juli lalu tidak memenuhi unsur syarat-syarat untuk dapat diterbitkan. Dalam hal proses politik pengesahan Perppu menjadi undang-undang juga terkesan telah terjadi pemaksaan dari rezim yang tengah berkuasa yang akan menggunakan Perppu pembubaran ormas tersebut sebagai senjata mengekang kebebasan dan bertentangan dengan pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945. "Dari hasil kajian Tim Advokasi kami menunjukkan demikian," tukasnya.

GNPF Ulama dan Ormas-Ormas Islam memandang, substansi dari Perppu yang telah disahkan menjadi UU tersebut sangat merugikan umat Islam karena cenderung ditujukan untuk membatasi dan mengekang dakwah Islam sekaligus ingin memadamkan cahaya agama Allah Swt.

Adapun ke depannya, GNPF Ulama akan melakukan berbagai perlawanan dan upaya-upaya lain yang sesuai dengan mekanisme legal konstitusi. "Kami juga akan selalu mengawal persidangan di Mahkamah Konstitusi dengan demo," tutupnya.

Hadir juga dalam jumpa pers tersebut Ketua GNPF-Ulama H Bachtiar Natsir, Sekjen FUI H Muhammad Al-Khaththath, Ketua Presidium Alumni 212 H Slamet Ma'arif, Senator Jakarta Hj Fahira Idris, Hj Neno Warisman, Ketua Umum FPI KH A Sobri Lubis, Pimpinan Perguruan Islam Asy-Syafi'iyah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, Ketua Umum FORSAP Hj Nurdiati Akma, Ketua Muslimat Parmusi Nurhayati Payapo, Amir Jamaah Anshorus Syariah Muhammad Akhwan, dan sejumlah pimpinan ormas Islam lainnya.

GNPF-Ulama adalah kelanjutan dari GNPF-MUI yang sukses mengadakan Aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu. GNPF-Ulama dikomandani Bachtiar Nasir sebagai Ketua dan Munarman sebagai Sekretaris Umum.





Selasa, 12 September 2017

Idul Adha 1438 H LPIT Thariq Bin Ziyad Sembelih 22 Sapi dan 60 Kambing atau Domba



Idul Adha 1438 H LPIT Thariq Bin Ziyad berhasil mengumpulkan dan mendistribusikan hewan qurban yang terdiri dari 22 Sapi dan 60 Kambing atau Domba.

Rinciannya dari hasil rekap setiap unit adalah sebagai berikut :

1. TKIT = 2 sapi dan 10 kambing

2. SDIT PHP = 4 sapi dan 6 kambing

3. SDIT JTM = 6 sapi dan 20 kambing

4. SMPIT = 3 sapi dan 13 kambing

5. SMAIT = 4 sapi dan 3 kambing

6. SMPIT Boarding School = 5 sapi dan 8 kambing

Sumber : Manajer Pendidikan LPIT Thariq Bin Ziyad

Semoga amal ibadah para pequrban diterima disisi Allah SWT.

Jumat, 18 Agustus 2017

Testimoni Orangtua Murid SDIT Thariq Bin Ziyad, Agus Awe: "Lahirkan Terus Generasi Baru"

                                     Keluarga Bapak H. Agus Wahyudin (Agus Awe), FB. Agus Awe
Long Time Ago

Anak gadis kecil itu.
Bersama kakak dan adiknya.
Harus tetap ke sekolah di SDIT Thariq bin Ziyad.

Namun jalan depan rumah kami penuh air. Karena air langit yang berlomba turun.
Menggedongnya merupakan satu-satunya pilihan.
Agar sampai ke mobil jemputan.


Di tengah hujan dengan tangan menggengam payung.
Satu tangan lainnya menggendongnya.
Mengantar hingga pinggir mobil jemputan.
Satu-persatu digendong.

Dengan nafas yang terus bertahan.
dan kaki yang perlahan menyibak banjir.
Doa dan lambaian tangan
melepas kepergian mereka
ke tempat diri membangun akhlaq, iman dan ilmu.

Selepas dari SD, kami mengantar mereka untuk tiga tahun tinggal di Ponpes Husnul Khotimah.
Tempat yang teramat jauh dari rumah kami.
Perjalanan mereka dilanjutkan.
Merangkai sejarah dalam membangun ibadah dan ilmu.

Duduk di kursi SMA hingga meraih sarjana.
Layaknya dalam kehidupan
sakit tak pernah diudang, namun kadang menghampiri.
Pernah empat anak kami sakit bersamaan.
Padahal secara bersamaan, ibunda mereka sedang mengandung si bungsu.

Kami merawat mereka dengan segenap kasih sayang.
Juga dengan doa yang terucap dan lirih dalam hati.
Kini, dua dari lima anak kami telah menikah. Membangun kehidupan baru bersama orang lain yang akhirnya menjadi bagian dari keluarga kami.

Kemarin, Sofie Maulida meneruskan jejak keturunan keluarga.
Begitu juga Mabrury Jurnalis menyiapkan lagi penerus riwayat keluarga.
Ayo, Nak.

Lahirkan terus generasi baru
yang menjadi bagian dari kekuatan dahsyat agama, keluarga, saudara, handai tolan dan masyarakat.
Dan kelak akhiri hidup ini dengan husnul khotimah
dan keturunan kita berdoa serta beramal yang pahalanya juga dipersembahkan untuk kita.

Sumber : FB Agus Awe

Selasa, 25 April 2017

Leadership dan Jaminan Mutu Pendidikan




                                     Suasana Radin LPIT TBZ hari ke-2 di Bumi Cikeas Sentul Bogor

Pada saat umat Islam, masyarakat umum dan orangtua anak didik sedang mencari sekolah, madrasah atau pesantren sebagai tempat pilihan untuk pendidikan putra dan putrinya maka yang mereka pilih adalah sekolah, madrasah atau pesantren yang memiliki mutu pendidikan yang berkualitas.  Baik kualitas input, proses maupun outputnya, maupun prestasi dan kualitas pelayanannya.

Mutu pendidikan yang berkualitas di sebuah sekolah, madrasah atau pesantren sangat terkait erat dengan kepemimpina atau leadership sekolah tersebut. Tulisan dalam artikel ini tidak akan membahas tentang apa dan bagaimana mutu pendidikan, tapi akan membahas tentang leadership dari sudut pandang yang lain sebagai faktor terpenting dalam  system jaminan mutu.

Disarikan dari Qultum alias Kuliah Tujuh Menit Bakda Shubuh dari Ust. Adih Amin, MA pada acara Rapat Dinas LPIT Thariq Bin Ziyad tahun 2017 di Bumi Cikeas Sentul Bogor, 26 April 2017, beliau mengutip ayat tentang Kholifah Fil Ard, yaitu dalam surat Al-Baqoroh ayat 30, yang mana beliau lebih suka mengartikannya dengan istilah leadership atau kepemimpinan.

Jika saat ini ada sebagian komponen umat Islam yang semangat menggelorakan khilafah sementara disisi lain ada sebagian komponen umat Islam yang lainnya juga getol menolak konsep khilafah dengan alasan bahwa itu bertentangan dengan demokrasi dan NKRI, maka penjelasan Ustadz Adih Amin tentang kholifah yang ada dalam Al-Qur’an akan terasa lebih mengena kepada kita semuanya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa leadership atau kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat terkait dengan kehidupan kita sebagai manusia, baik dalam skala individu, keluarga  maupun sosial baik dalam masyarakat, atau organisasi termasuk di lembaga pendidikan bahkan berbangsa dan bernegara. Seperti terdapat dalam hadits Rosulullah yang menyatakan bahwa setiap kita adalah pemimpin.

Pendidikan Islam Terpadu yang diselengarakan di LPIT Thariq Bin Ziyad dan seluruh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia sangat menekankan kepada segenap aspek kehidupan peserta didik sebagai seorang hamba Allah yang dipandah secara utuh dan terpadu, tidak dipandang secara parsial, sehingga pendidikan yang tepat bagi mereka adalah pendidikan Islam yang terpadu. 

Pendidikan Islam Terpadu yang memperhatikan manusia bukan hanya dari satu sisi kemanusiaannya saja (Bani Adam) tetapi juga secara utuh yaitu dari sisi intelektual sebagai hamba Allah yang memiliki akal dan rasio (basyariyah) dan dari sisi psikologisnya (insane atau an-naas) yaitu makhluk yang memiliki kejiwaan dan hati nurani. Ketiga sisi itulah yang harus disentuh secara proporsional oleh pendidikan.

Sebagai konsekwensinya adalah kepemimpinan dalam lembaga pendidikan menurut Ustadz Adih Amin harus menghadirkan kepemimpinan yang mampu memadukan ketiga aspek pendidikan tadi. Karena dengan ketenangan jiwa, kejernihan berpikir dan ketegasan yang terukur dalam kebijakan dan kebijaksanaannya akan mempengaruhi kualitas sebagai jaminan mutu pendidikan.

Terlebih-lebih dalam aspek kejiwaah atau ruhani, jika kita berkaca kepada risalah para nabi dan para roslul aspek ruhani adalah sesuatu yang sangat diperhatikan. Sehingga sebelum Muhammad bin Abdullah diangkat menjadi Rosul diusia 40 tahun beliau banyak berkholwat atau bertahanus di gua Hiro, sebagai ikhtiar dalam mencari petunjuk dan solusi untuk menghadirkan solusi atas kerusakan masyarakat jahiliyah pada pada saat itu, maka Allah menurunkan wahyu-Nya sebagai solusi dan sebagai materi pendidikan. 

Kepemimpina atau leadership yang diperlukan saat ini masa kini ternyata bukan hanya pemimpin mampu mengenyangkan perut, otak, kantong saja, tetapi sosok pemimpin masa kini adalah sosok pemimpin yang mampu memenuhi kebutuhan otak, hati dan jasad manusia secara simultan dan berkelanjutan. Kalau dalam istilah orang Jawa Barat itu disebut dengan istilah karaos (terasa, olah hati), kahartos (olah otak) dan kabuktos (program-programnya, kebutuhan fisik, olah fisik).

LPIT Thariq Bin Ziyad adalah lembaga pendidikan Islam terpadu yang berbasis Al-Qur’an, dengan telah ditetapkannya konsep A3B (Akhlak, Al-Qur’an, Akademik dan Bahasa) pada Radin tahun 2013 maka boleh dikatakana bukan Thariq Bin Ziyad hanya berbasis Al-Qur’an tetapi juga berbasis Akhlak Tarbiyah, Akademik Prestatif dan Bahasa Internasional yang mumpuni.

Semoga proyek peradaban yang hampir mirip dengan proyek generasi Turki Muda “Muhammad Al-Fatih”  di Turki atau Sayyid Nursi dengan Risalah Annurnya itu bisa terwujud adan menjadi kenyataan hadir di Indonesia, dengan tema Radin tahun ini “Sistem Jaminan Mutu Pendidikan Berbasis A3B” semoga Thariq Bin Ziyad terus berkiprah dengan jaminan mutu kualitasnya untuk umat dan bangsa. Wallahu a’lam.[DM]

Sistem Penjaminan Mutu A3B Menjadi Tema Radin 2017 LPIT Thariq Bin Ziyad









Bogor Cikeas (25-26/04) LPIT Thariq Bin Ziyad mengadakan Rapat Dinas 2017. Tema tahun ini adalah Penguatan Sistem Penjaminan Mutu A3B (Akademik, Akhlak, Al Quran dan Bahasa) LPIT Thariq Bin Ziyad menuju Sekolah Unggul. Tema ini diambil untuk untuk menajamkan kembali target mutu lulusan LPIT Thariq Bin ziyad. Hal ini dipandang perlu agar lulusan Thariq Bin Ziyad dapat sesuai dengan tuntunan zaman saat ini. 

 
Rapat Dinas dihadiri oleh Direktur, Kepala, Wakil Kepala sekolah dan Kepala Quran dan Manager yang terdapat di LPIT Thariq Bin Ziyad. Rapat dibuka oleh Ketua Yayasan Thariq Bin Ziyad Ustadz Dr. Saadudin, MM yang memberikan arahan tentang pentingnya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan keistiqamahan pendidik dan tenaga pendidik dalam mendidik peserta didik dengan nilai-nilai Islam (NA).


Sumber : Instagram @smaitthariq, Foto : FB Nursiti Fatimah

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.