Minggu, 16 November 2014

Filled Under:

Ahmad Heryawan dan Warga Jawa Barat Peringati Hari Angklung Internasional - World Angklung Day 2014

                                                                            (Sumber foto : www.bewara.co)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama ribuan hadirin lainnya memainkan angklung di Halaman Gedung Sate, Jl Diponegoro 22, Kota Bandung, Minggu (17/11) pagi. Alunan angklung secara massal itu menandai peringatan Hari Angklung ke-3 tahun 2014. Peringatan ini merupakan wujud apresiasi atas dikukuhkannya angklung oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia "World Intangible Heritage" tanggal 18 November 2010 yang lalu.
Menurut Heryawan sebagai orang Jawa Barat, kita patut bersyukur karena angklung sebagai alat musik asli Jawa Barat mendapat tempat terhormat di mata Internasional dengan mendapat pengakuan dari masyarakat dunia. Hal ini menunjukan bahwa angklung yang berasal dari Indonesia kini telah dikenal diakui dan jadi milik dunia. "Anak-anak yang hadir saat ini, merupakan generasi angklung yang akan menjadi duta menyebarkan angklung ke seantero dunia," tegasnya.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan angklung sebagai warisan budaya, pelestariannya bisa dilakukan melalalui jalur pendidikan karena bisa lebih masif, dan dapat dihayati serta lebih tajam maknanya. "Saya berkomitmen melalui jalur pendidikan dan non pendidikan akan membudayakan dan mengembangkan angklung agar lebih dikenal dan memasyarakat" tuturnya.
Apalagi angklung terkandung nilai filosofis tinggi. Dimana dalam permainan alat musil angklung merepresentasikan nilai luhur yang menggambarkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan. "Karena angklung tidak tidak memiliki arti jika dimainkan sendiri, tapi jika dimainkan bersama-sama secara harmoni menghasilkan musik yang indah," ungkapnya.
Melalui peringatan Hari Angklung ini juga ujar Heryawan diharapkan dapat lebih memacu potensi Jawa Barat dalam bidang seni, budaya lokal untuk lebih mendunia serta menjadi salah satu upaya pelestarian alat musik angklung sebagai identitas budaya bangsa Sementara itu Ketua Panitia Agung dari KABUMI UPI, melaporkan, perayaan Hari Angklung tahun ini diikuti 2000 pemain angkung dari 48 Tim Angklung perwakilan SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Nunung Sobari, Kepala Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat Anton Gustoni, Kepala Biro Humas porotokol dan Umum Ruddy Gandakusumah, keluarga besar Bumi Siliwangi UPI dan undangan lainnya.
“Sungguh luar biasa, kalian semua memang benar-benar pewaris dan penjaga kesenian angklung. Karena melalui pendidikan salah satu cara kesenian angklung dapat tetap terjaga dan dilestarikan,” ujar Ahmad Heryawan, seusai memimpin 3.000 pemain angklung pada Angklung Day 2014 bertempat di plaza Gedung Sate, Minggu (16/11).
Dalam memperingati Hari Angklung Se Dunia 2014 sebanyak 3.000 orang dari 73 kelompok musik angklung tampil secara bersama-sama di Plaza Gedung Sate Bandung. Rangkaian acara dibuka lagu “Halo-halo Bandung” dengan Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan bertindak sebagai dirigen.
Pada acara yang dihadiri, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, Kemitraan dan Usaha, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum., Sekda Jabar Wawan Ridwan, Kadisparbud Jabar, Nunung Sobari, dan Kadisorda Jabar Yudha M Saputra., selain memainkan angklung bersama, juga ditampilkan angklung gubrag dari kampung adat Cigudeg, Kamp. Cipining, Cigudeg, Kab. Bogor. (Ahmad Heryawan, Retno Heriyanto)

Sumber : Diolah dari Pikiran Rakyat Online dan Ahmad Heryawan.Com

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 MAJALAH INTAJIYAH.