Jumat, 24 April 2015
Inilah Implementasi A3B LPIT TBZ, Khutbah Jumat 3 Bahasa oleh Aher Saat KAA Ke-60
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Jumat, April 24, 2015
Sejak Rapat Dinas (RADIN) 2013 lalu, LPIT Thariq Bin Ziyad telah melaunching program A3B (Akhlak, Al-Quran, Akademik dan Bahasa). Khusus tentang bahasa, lembaga pendidikan yang memadukan antara ilmu dari Barat (Umum) dan Timur (Agama/Islam) itu berupaya terus-menerus meningkatkan kemampuannya dalam bidang bahasa, baik bahasa lokal/daerah, bahasa nasional/Indonesia, serta bahasa internasional (Arab dan Inggris). Saat peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-60 dilaksanakan di Jakarta dan Bandung, Ahmad Heryawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Aher memimpin shalat jumat para delegasi atas permintaan panitia, di Masjid Raya Kota Bandung dalam tiga bahasa.
Bagi civitas akademika LPIT Thariq Bin Ziyad, inilah salah satu bentuk implementasi A3B terutama dari sisi bahasa, semoga pendidik dan peserta didik di TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT Thariq Bin Ziyad bisa terampil berbahasa seperti yang telah dicontohkan oleh gubernurnya, gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher).
Transkrip 3 Bahasa Khutbah Shalat Jumat Aher di Masjid Agung Bersama Peserta KAA
Para peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang beragama Islam melaksanakan sholat Jumat di Masjid Agung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4). Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berkesempatan mengisi khutbah sholat Jumat.
Berikut transkrip khutbah Jumat 3 bahasa gubernur yang akrab disapa kang Aher itu seperti yang dilansir di Facebook Ahmad Heryawan:
Versi Bahasa Indonesia:
Menuju Asia Afrika Baru yang Damai dan Lebih Sejahtera
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن. أما بعد.
أَيًّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَا اللهِ وَطَاعَتِهِ فقد فاز المتّقون. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Rasa syukur kita panjatkan kepada Sang Pemilik Alam, Allah SWT, karena atas izin dan kehendak-Nya kita dapat merasakan nikmat yang begitu besar terutama nikmat berkumpul bersama pada sholat jumat yang bersamaan dengan peringatan 60 tahun KAA di Bandung. Ungkapan syukur juga selalu kita panjatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat hidayah dan nikmat merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap hembusan nafas kita. Masyarakat Indonesia khususnya warga Bandung bersyukur kepada Allah dan berbangga karena pada hari ini para Kepala Negara, para Kepala Pemerintahan dan tamu-tamu mulia lainnya yang hadir di acara Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika melaksanakan Sholat Jumat bersama-sama di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat.
Hadirin Sidang Jumat yang berbahagia
Pada tanggal 24 April, tepat 60 tahun yang lalu, bangsa-bangsa Asia Afrika menyatakan kesepahaman dan kebersamaan untuk bangkit dan bersatu menuju cita-cita kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki untuk menggapai kesejahteraan bersama di Kawasan Asia Afrika.
Konferensi Asia Afrika 1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan. Negara-negara Asia Afrika tampil menyuarakan kekuatan baru. Keberanian ini tentu didasari oleh sebuah visi kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat mendalam. Sesungguhnya memang sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia bersatu dalam kehidupan. Persatuan adalah fitrah kemanusiaan. Sebab, hakikatnya seluruh manusia adalah umat yang satu, yang dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah Insaniyah).
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه ….
“Manusia itu merupakan umat yang satu. Dan Allah mengutus para Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan kepada mereka. Dan Allah SWT menurunkan bersama para Nabi tersebut kitab suci-Nya untuk memutuskan apa-apa yang diperselisihkan di antara mereka. (Q.S Albaqarah: 213)
Dan bukan suatu kebetulan jika bagian besar dari bangsa-bangsa Asia Afrika juga adalah beragama Islam, sehingga mereka tidak hanya dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tapi juga disatukan oleh persaudaraan yang lebih kokoh dan kuat, yaitu persaudaraan keislaman (Ukhuwah Islamiyyah).
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat ayat 10)
Karena keislamannya pula, Bangsa-bangsa Asia Afrika itu seperti satu bangunan yang sangat kuat, mereka bersatu, saling membantu dan saling menolong. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Orang yang beriman terhadap Orang yang beriman lainnya, seperti satu bangunan yang kokoh yang saling menguatkan. (HR. Muttafaqun Alaih)
Oleh karenanya, Bangsa Asia Afrika harus bersatu, tidak boleh terpecah belah sebab persatuan akan melahirkan kekuatan, kebersamaan, dan kesejahteraan, sementara perpecahan hanya akan menimbulkan kelemahan dan penjajahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S Al Anfaal : 46)
Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia,
Konferensi Asia Afrika yang mengangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, telah berhasil dengan baik. Saat ini, seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekaannya, kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Adalah kewajiban kemanusiaan bagi Bangsa-bangsa Asia Afrika, untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan Bangsa Palestina.
Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia,
Solidaritas Bangsa bangsa Asia Afrika 60 tahun lalu telah terbukti mampu menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa-bangsa yang merdeka. Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerjasama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman, sejahtera dan beribadah serta bertakwa kepada Allah SWT. Karena sejatinya penghambaan Kepada Allah SWT akan terlaksana manakala ada kesejahteraan dan rasa aman.
Sebagaimana Allah SWT Berfirman:
فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Tuhan yang memberi makan sehingga tidak lapar atau sejahtera dan Tuhan yang memberi rasa aman sehingga tidak ada rasa takut (Q.S Quraisy : 3 – 4)
Perkumpulan kita di hari Jumat ini mudah-mudahan menjadi saksi bahwa peringatan ulang tahun ke 60 KAA haruslah menjadi tonggak baru lahirnya sebuah komitmen bersama untuk membangun semua kawasan Asia Afrika yang lebih baik. Asia Afrika yang maju, modern dan makmur dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemuliaan dan kemudahan kepada seluruh Pemimpin negara-negara Asia Afrika untuk memberi peran besar dalam upaya
memakmurkan seluruh masyarakat Asia Afrika. Semoga Allah SWT takdirkan para Pemimpin Asia Afrika dan kita semua menjadi orang-orang yang beriman, bertakwa dan menjadi penghuni Surga-Nya di Akhirat nanti.
بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته وأَقُوْلُ قَوْلِي هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .
للَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Versi Bahasa Inggris:
Moving Towards A New, Peaceful And Prosper Asian-African Nations
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
All Praises indeed be to Allah SWT, blessings and salutations upon Muhammad SAW, we ask Allah SWT to bless him and his companions and everyone of us. Let us pray to Allah to keep the leaders of Asia and Africa and us all steadfast on this deen and may He make us from amongst the blessed and those who are chosen. Ya Allah we ask You to grant us knowledge that is beneficial and and we ask you to benefit us from the knowledge you have granted us. Ya Allah we do not have knowledge beside that you have granted us, for indeed you are the owner of knowledge, All Wise. Ya Allah it is with your permission that we are able to gather here today to perform the Friday prayer as well as to gather to comemmorate the 60th anniversary of the Asian-African Conference in Bandung. We the people of Indonesia, Bandung especially, are proud and humbled at the same time to welcome the Head of States, the Asian-African leaders and the distinguished guests of the 60th anniversary of Asian-African Conference today to perform the Friday prayer at the Grand Mosque of West Java Province.
Distinguished and honorable guests of Friday prayer
60 years ago today, on April 24, the nations of Asia and Africa expressed understanding and solidarity to rise and unite towards the ideals of freedom and peace that are essential to achieve shared prosperity in the Asia-Africa Region.
1955 Asian-African Conference was a unique phenomenon and a valuable historical track record to humanity. Asian and African countries came together to voice new strength. This courage is certainly based on a vision of humanity and deep solidarity. Indeed, it comes naturally for us as human beings to unite in life because unity is the nature of humanity. Therefore, the whole human nature is the one people, united by the brotherhood of humanity (ukhuwah Insaniyah).
As Allah says
Mankind was one single nation; then Allah sent the messengers with glad tidings and warnings and with them He sent the Scripture in truth…(Q.S Al-Baqarah: 213)
And it was not a coincidence that a large part of the Asian-African nations is also composed of Muslims who are not only united by the brotherhood of humanity (ukhuwah insaniyyah) but also by a stronger brotherhood that is the brotherhood of Islam (ukhuwah Islamiyyah). As Allah says:
The believers are but brothers, so make settlement between your brothers. And fear Allah that you may receive mercy.
Because of this Islamic faith, Asian-African Nations, is like a solid building they come together and help each other. As word of the Prophet:
“The Believer to the Believer is like a solid building, one part supporting the other.”
[Related by Bukhari and Muslim]
Therefore, it is imperative that Asian-African Nations unite, in order to prevent from being divided because the union will result in strength, unity, and prosperity, while divisions will lead to weakness and colonization.
As Allah says:
And obey Allah and His Messenger, and do not dispute and [thus] lose courage and [then] your strength would depart; and be patient. Indeed, Allah is with the patient. (Q.S Al-Anfaal : 46)
The Head of States, the Asian-African Leaders, Distinguished Guests of The Friday Prayer
Asian-African Conference that carries out the theme of rejection of all forms of colonialism and imperialism has been successful. Currently, all Asian-African countries have managed to abolish all forms of colonialism and achieve independence, except one; the Palestinian state, which still continues to struggle to gain independence. It is a humanitarian obligation for all Asian-African Nations, to continue to encourage and support the independence of the Palestinian Nation.
The Head of States, the Asian-African Leaders, Distinguished Guests of The Friday Prayer
60 years ago, the Solidarity of Asian-African Nations has proven to be able to solidify the independence of Asian and African nations. From now on, solidarity must continue to be resounded and consolidated in cooperation to build much stronger, advanced, secure and prosperous Asian-African nations under the protection of Allah SWT, because servitude to Allah would take place after prosperity and sense of security.
As Allah says
Let them worship the Lord of this House, Who has fed them, [saving them] from hunger and made them safe, [saving them] from fear. (Q.S Quraisy : 3-4)
I hope that this Friday can be a witness that the 60th anniversary of the Asian-African Conference is able to bring an agreement to develop better, more advanced, modern and prosperous Asian-African nations based on faith and devotion to Allah SWT. We are always hopeful that Allah would bestow glory and ease upon the leaders of Asian and African countries to play a major role in this noble effort. Let us pray to Allah to keep the leaders of Asia and Africa and us all steadfast on this deen and may He make us from amongst the blessed and those who are chosen.
Versi Bahasa Arab:
نحو آسيا وإفريقيا الجديدة الأكثر أمانا وإزدهارا
الحمدلله رب العالمين نحمد الله سبحانه وتعالى على نعمه الغزيرة وفضائله الواسعة فبقدرته ومشيئته نجتمع في هذا الجامع المبارك لأداء صلاة الجمعة تزامنًا مع جو إحتفالى لمرور ٦٠ عامًا على انعقاد مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا بمدينة باندونج، أندونيسيا. وساد هذا الإحتفال حضور رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا الذي يكون شرفا عظيما لجميع شعب اندونيسا وخصوصا مواطني مدينة باندونج محافظة جاوى الغربية وهذا فضل من الله عز وجل يجب شكره. ونشكر الله تعالى أيضا على نعمة الإيمان والإسلام حتى نسلك سلوك الهداية ونشعر بمعية الله فى كل أنفاسنا.
أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم
إنه فى مثل هذا اليوم الرابع والعشرين من شهر إبريل عام ألف وتسعمائة وخمسة وخمسين ميلادية قام رؤساء دول فى قارتي آسيا وإفريقيا بمبادرة جماعية عبّر فيها عن روح التفاهم والتضامن بينهم للنهوض والإتحاد فى تحقيق الإستقلال والسلام الحقيقي فى القارتين، آسيا وإفريقيا، حتى يأخذ كل شعب حقهم فى أن يعيش بأمان وإزدهار ورفاهية. إن مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا مظهر فريد ومدرس تاريخي له قيمة عالية للإنسانية. حيث أظهرت هذه الدول شجاعة جماعية نبتت من رؤيا إنسانية وروح الأخوة بينهم. فإن الحقيقة تأمر كل واحد من الناس أن يعيش بالإتحاد جنبا إلى جنب، لأن الإتحاد هو من ضمن الفطرة الإنسانية. فحقيقة كل واحد من الناس فى هذا العالم يَنْتَمِى إلى أمة واحدة تربطهم أخوة إنسانية. حيث قال الله عز وجل :
كان الناس أمة واحدة فبعث الله النبيين مبشرين ومنذرين وأنزل معهم الكتاب بالحق ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه….. > سورة البقرة : ٢۱٣ )
ومن ناحية أخرى إن كون معظم شعب هذه الدول من المسلمين تجعل هذه الأخوة الإنسانية أكثر قوة ومتينا برباط الأخوة العقيدية فهي الأخوة الإسلاميةـ .قال الله عز وجل:
إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ : سورة الحجرات : ٤٩
والأخوة الإسلامية المرسصوصة بين شعب آسيا وإفرقيا تجعلهم كبنيان قوي وهم متحدون ومتناصرون بعضهم بعضا كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا : متفق عليه
فمن هذا المنطلق فكل شعب من شعوب دول آسيا وإفريقيا عليهم الإتحاد ويتجنبون شتى أنواع الفرقة، لأن الإتحاد سبب القوة والأخوة ، وأما الفرقة والتفرّق فإنه من أسباب الضعف والوهن والإستعمار. قال الله تعالى :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ :سورة الأنفال : ٤٩
أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم
إن مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا بَلَّغَ رسالة إلى العالم ترفض كل أنواع الإستعمار، وتلك الرسالة تؤثر تَأْثِيْرًا قويا فى نجاح جميع دول آسيا وإفريقيا فى طرد المستعمرين من بلادهم وتحقيق الإستقلال، إلا شعب فلسطين فإنهم مازالوا يحاولون لتحقيق الإستقلال، فباسم الأخوة الإنسانية والأخوة الإسلامية بيننا فعلينا مساندتهم ومناصرتهم إلى أن تصير فلسطين دولة لها إستقلالها الكامل ويعيش شعبها فى سلام وأمان.
أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم
إن روح التضامن القوي بين شعوب دول آسيا وإفريقيا فى السِتّين عاما الماضى تجعل كل شعب يأخذون حقهم فى الإستقلال. أما فى هذا الزمن وأيام المستقبل فهذا التضامن لابد من تطويره حتى نعمل به على التعاون المتين لبناء تقدم دول آسيا وإفريقيا القوية ويعيش شعبها فى سلام و أمان وازدهار ويطيعون الله حق طاعته، لأن الطاعة سوف تتجسد قوية فى النفوس بتكامل الرفاهية والأمان فى حياة المجتمع. قال الله عز وجل:
فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ >سورة قريش : ٣٤
إن إجتماعنا فى هذا اليوم يون الجمعة المبارك سوف يكون شهيدا على أن يكون نقطة الإنطلاق لاتّفاق الجميع على مبادرة العمل لبناء القارتين آسيا وإفريقيا لتكون أكثر تقدّما وتطوّرا وازدهارا وأساسها التقوى والإيمان بالله عز وجل. ونسأل الله سبحانه وتعالى أن يكرم كافة رؤساء دول آسيا وإفريقيا بالقوة والجدية للعمل على إعمار حياة مجتمع آسيا وإفريقيا. وجعلهم من عباده المؤمنين المتّقين والمنْعَمِين بنعيم جنته فى الآخرة
Sumber: Dakwatuna
Senin, 20 April 2015
“Ibu adalah Madrasah Pertama Bagi Pendidikan Keluarganya” Belajar dari Ibu Kita Kartini dan Ibunda Yoyoh Yusroh
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Senin, April 20, 2015
Hari
ini 21 April 2015 Indonesia memperingati hari Kartini yang menjadi sosok
Pejuang dan Pahlawan sekaligus sumber inspirasi perempuan Indonesia. Berbicara tentang hari Kartini saya jadi
teringat sosok perempuan Indonesia yang memiliki spirit perjuangan, seorang ibu
yang menjadi tauladan dalam mendidik putra-putrinya, seorang daiyah yang
menjadi panutan masyarakat, seorang tokoh yang telah mengajarkan bagaima
berpolitik dengan “CINTA” sekaligus seorang pejuang yang telah mempersembahkan
jiwa & raganya untuk agama & negeranya. Beliau adalah Bunda Yoyoh
Yusroh, beliau adalah Kartini masa kini yang telah mempersembahkan Cinta, Kerja
& Harmoni untuk Indonesia.
Di
Hari Kartini ini adalah tepat 69 bulan wafatnya Bunda
Yoyoh Yusroh, salah seorang pendiri PKS yang juga pernah mengemban amanah
sebagai anggota DPR RI periode 2009-2012. Meski Bunda Yoyoh telah wafat kami masih merasakan kehadiran beliau, masih
terngiang-ngiang tausiyah-tausiyahnya, masih tergambar jelas senyum ramahnya
meski kami juga masih merasakan kehilangan sosok Kartini masa kini itu.
Kematian seseorang yang telah mengukir sejarah hidupnya dengan kebaikan,
memenuhi hari-harinya dengan kontribusi kepada sesama, jelas membuat banyak
orang kehilangan. Bukan hanya kami yang kehilangan beliau, tetapi seluruh kader
PKS. “Bahkan seluruh bangsa Indonesia,” kata Tantowi Yahya di lokasi
persemayaman almarhumah saat itu.
Kebiasaan
Bunda Yoyoh Yusroh yang suka menolong, meninggalkan rasa kehilangan yang besar
dalam jiwa banyak orang. Dan selayaknya, para dai –khususnya daiyah- meneladani
sifat itu. Salah seorang yang kehilangan adalah temannya sesama anggota DPR.
Meskipun berasal dari fraksi yang berbeda, Yoyoh Yusroh merelakan waktunya
untuk menemani dan “mengobati” ibu ini dalam sebuah perjalanan tugas kedinasan.
Ketulusannya menjadi sahabat dan merawat selama ibu ini sakit, meninggalkan
kesan yang mendalam baginya.
Bukan hanya ibu ini akhirnya menjadi lebih dekat
dengan Bunda Yoyoh seorang, namun ia juga menjadi lebih dekat dengan dakwah.
Begitulah. Ketika pesona Islam bertemu dengan pesona muslim, maka orang yang
berada di dekatnya akan merasakan betapa indahnya dakwah. Mereka mendapati
bahwa dakwah bukan hanya bahasa langit, namun juga kepedulian dan solusi yang
membumi.
Bunda
Yoyoh Yusroh juga seorang ibu yang luar biasa. Suatu hari ketika ia mengisi
sebuah seminar, ia membawa serta anaknya yang kedua belas. Saat itu anaknya
masih berjumlah dua belas. Seorang panitia bertanya, “Ini putranya yang
terakhir ya, Bu?”. “Bukan”, jawab Bunda Yoyoh, “ini yang kedua belas.”
Subhaanallah… ternyata paradigma dan keinginannya menjadi ibu membuatnya tidak
membatasi bahwa putra saat ini adalah putra terakhir. Dan benar, setelah itu
putra ketiga belas beliau lahir. Berikut putra-putri Bunda Yoyoh :
Anak sulung beliau lahir
pada 20 Desember 1985. Diberi nama Ahmad Umar Al-Faruq (alumnus FE UGM).
Anak kedua A Izza Jundana, kuliah di
International University, Sarajevo, Bosnia.
Anak ketiga, Asmah
Karimah, kuliah di Fakultas Pertanian UGM.
Anak keempat, Huda
Robbani lahir Oktober 1990.
Anak kelima, Shalahuddin
Al Ayubi, Seperti nama panglima Islam, lahir 13 April 1992.
Anak keenam Jakfar
Athoyar (lahir Maret 1993) di Ponpes Gontor.
Anak Ketujuh Salma
Salimah lahir April 1994, nyantri di Ponpes Assyifa, Subang Jawa Barat.
Anak Kedelapan Muhammad
Ayyasy lahir 13 April 1996 di Ponpes Al Hikmah Jakarta (Hafidz Al Quran 30
juz).
Anak kesembilan Walid
Ghazin, lahir Juli 1997.
Anak kesepuluh Adil
Gholib lahir September 1998.
Anak kesebelas Abdulah
Aminuddin, lahir 16 Januari 2000.
Anak kedua belas Helma Hamimah lahir Juli 2001.
Si bungsu Rahma Rahimah,
lahir Januari 2003
Di
masa sekarang, banyak ibu yang merasa sangat direpotkan oleh kehadiran anak.
Jangankan dua belas atau tiga belas anak, satu atau dua anak saja sudah membuat
banyak ibu kewalahan dan hari-harinya penuh keluhan. Bahkan ada juga ibu yang
baru melahirkan satu orang anak sudah merasa amat tersiksa lalu ia tidak mau
lagi melahirkan untuk yang kedua. “Melahirkannya sakit setengah mati,
membesarkannya merepotkan sekali,” itu alasannya. Namun tidak demikian dengan
ibu yang satu ini. Bunda Yoyoh Yusroh bukan saja “menikmati” melahirkan buah
hatinya, namun juga dengan penuh cinta membesarkan dan mendidik mereka. Tiga
belas anak yang tumbuh menjadi shalih-shalihah adalah prestasi besar yang tidak
dimiliki oleh sembarang orang.
Sejalan dengan teori itulah kemudian kontribusi Yoyoh Yusroh
menjadi “monumental.” Ia bukan memberikan kontribusi yang biasa-biasa saja,
namun kontribusi yang membekas di hati banyak orang. Sekaligus diingat dalam
rentang waktu yang panjang. Maka tidak heran jika ia mendapatkan banyak
penghargaan. Diantaranya adalah International Muslim Women Union (IMWU) tahun
2000, Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001, dan International
Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003. Bunda Yoyoh juga memimpin rombongan Viva
Palestina dari Indonesia pada tahun 2010 bersama KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) dan
berhasil menembus Gaza yang telah lama diblokade oleh Penjajah zionis israel,
beliau juga dinobatkan sebagai Warga Negara Kehormatan Palestina.
Langkah Cinta Hingga Akhir Hayat
Hingga akhir hayatnya Bunda Yoyoh masih mengayunkan Langkah
Cintanya, ya Bunda Yoyoh mempersembahkan“Langkah Cinta” terakhirnya untuk
keluarganya yaitu untuk menghadiri wisuda putra sulung beliau, Ahmad Umar Al-Faruq di UGM Yogyakarta.
Sebenarnya tanda-tanda beliau hendak “pergi” sudah dirasakan oleh orang-orang dekatnya sejak sebulan sebelum
beliau wafat, bahkan beberapa hari sebelum beliau wafat, di rumah Ibunda
beliau, Tangerang yang sekarang beliau dimakamkan, banyak didatangi
segerombolan burung-burung kecil. Insya Allah beliau wafat dalam keadaan Husnulkhatimah.
Testimoni dari anak keempat beliau bisa dibaca
disini ..>http://yoyohyusrohtestimoni.wordpress.com/2011/05/29/bundayoyoh-sebuah-kultwit-tentang-almarhumah-oleh-salah-satu-anaknya/
Kartini
masa kini itu memang telah lama pergi namun semangat juangnya untuk
mengharumkan negeri ini menjadi inspirasi bagi para penerusnya saat ini. Semoga
penerus-penerus beliau segera hadir melanjutkan “Langkah-Langkah Cintanya,
Bekerja Dalam Harmoni Untuk Indonesia” yang telah lebih dulu beliau persembahkan.
Kumpulan Testimoni dari keluarga, kerabat, teman
serta para tokoh & kolega Bunda Yoyoh Yusroh bisa dibaca disini :
http://yoyohyusrohtestimoni.wordpress.com/
Mampu
melahirkan anak sampai yang ke-13 adalah sebuah perjuangan yang sangat berat,
ditambah dengan bekal pendidikan yang baik maka pantaslah kalau beliau
dijadikan sosok teladan dalam pendidikan. Sesuai dengan pepatah Arab Al-Ummu Madrosatu ‘Ula “Ibu adalah Madrasah Pertama”, Mari kita
terus belajar salah satunya dari Ibu Kita Kartini dengan motonya “Habis Gelap
Terbitlah Terang” dan Ibunda Yoyoh Yusroh.
Sumber
: @Ponco, Kompasianer
Jumat, 13 Februari 2015
Pramuka SMAIT Thariq Bin Ziyad Mewakili Kabupaten Bekasi di Pertiwana Nasional
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Jumat, Februari 13, 2015
(Tenda Kontingen Kab. Bekasi kemah Pertiwana)
Prestasi SMAIT Thariq Bin Ziyad Thariq memasuki tahun
kedelapan atau angkatan ke-5 tahun 2015 semakin beragam baik dari sisi
akademik, bahasa maupun prestasi
non akademik. Dari sisi non akademik secara khusus SMAIT Thariq Bin Ziyad
menekankan pada sisi akhlak dan karakter. Sesuai dengan visi, misi dan arahan
dari yayasan Thariq Bin Ziyad dan LPIT Thariq Bin Ziyad, seluruh unit sedang
gencar mensosialisasikan yang namanya A3B yaitu Akhlak, Al-Qur’an,
Akademik dan Bahasa.
Salah satu prestasi yang dapat dibanggakan oleh seluruh
warga sekolah dan masyarakatnya ialah pada tahun pelajaran 2014-2015 SMAIT Thariq
Bin Ziyad berhasil mengirimkan ektra kurikuler wajibnya yaitu berupa Pramuka
menjadi kontingen resmi mewakili Kabupaten Bekasi di arena Pertiwana Nasional
(Perkemahan Bakti Saka Wanabakti Nasional). Perkemahan yang diselenggarakan di
Bumi Perkemahan Nasional Cibubur itu berlangsung pada akhir semester 1, yaitu
15 – 20 Desember 2014.
Kontingan Pramuka yang dikomandani oleh tiga Pembina Pramuka
tingkat kabupaten Bekasi itu berhasil meraih juara Foto Grafi On The Spot,
yaitu sebagai juara ke-3, diraih atas nama ananda Sisi Yulia D. Selain menjadi
regu yang sangat pelopor dalam arena perkemahan, karena aktif dan responsif
terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh panitia Pertiwana Nasional. Berkat
bimbingan dan araha dari tiga Pembina tadi yakni Kak Komarudin, Kak Redi Febi
Yandi dan Kak Dwi Prayitno Putro.
Tim pramuka tersebut akhirnya memperoleh ucapan selamat dari
Bupati Kabupaten Bekasi yaitu Ibu Neneng Hasanah Yasin. Daffa Rizki Ananda (Kelas
X) dan Muhammad Reyhan Fallah (Kelas X) mengaku merasa bersyukur, gembira dan
bangga bisa mendapatkan ucapan selamat dan bersalaman dengan Ibu Bupati Neneng
Hasanah Yasin. Keduanya memang senang berlatih pramuka sejak ia masih di bangku
SMPIT Thariq Bin Ziyad. Setiap ada event Pramuka mereka selalu mengikutinya.
Daffa dan Reyhan tidak sendirian mereka bersama 15 orang
lainnya yang menjadi kontingen Pramuka SMA mewakili kwarda Kabupaten Bekasi,
yakni tim putra sebanyak 8 orang, yaitu M. Iqbal Adi P, Khalila Setya M, M. Nur
Fadli, Randy Hasan B.R dari SMAIT Thariq Bin Ziyad, sedangkan peserta tim lainnya
dari SMK Budi Perkasa ada dua orang (Sakti Arifin dan Abdul Aziz), dan dua
orang dari SMK Yapin (Irpan dan Ilham).
Sedangkan regu putri terdiri dari 7 orang semuanya berasal
dari SMAIT Thariq Bin Ziyad yaitu Sumayyah Turki, Surayyah Turki, Vidya Rezita
E, Fakhria Nabila Ghisani, Mutiara Maulidia K.H, Sisi Yulia D dan Zata Amani S.
Selain lomba foto yang dimenangkan lomba lainnya di arena kamping itu antara
lain lomba essay cerita rimba, lomba melukis tong sampah, lomba fashion street
carnaval dari bahan bekas dan lomba One Day No Rice.
Yang menjadi pengalaman menarik bagi regu Pramuka Thariq
yang mewakili kabupaten Bekasi adalah saat lomba One Day No Rice, ketika itu di
sore hari perlombaan kaka-kakak dari panitia membagikan makanan untuk peserta,
ternyata yang dibagikan adalah nasi bungkus. Saat semuanya sedang asyik makan
termasuk panitianya, Daffa peserta jambore dari Thariq Bin Ziyad memberanikan
diri mengingatkan kaka sang panitia. “Kak lomba ODNR nya bukankah dari pagi
sampai sore/malam hari ini?”
Sang kaka langsung menjawab “Ya” dan akhirnya yang
mengingatkan tadilah yang seharunya jadi pemenangnya, tetapi karena hampir
semua peserta dan panitia pada saat itu sudah makan nasi bungkus maka lomba
ODNR nya akhirnya gugur semuanya. Begitulah sekelumit cerita prestasi Pramuka
SMAIT Thariq Bin Ziyad dan sedikit kisah dari Perkemahan Nasional Saka Wanabakti yang
diikuti oleh siswa-siswi SMAIT Thariq Bin Ziyad.
Perkemahan tersebut dihadiri oleh tokoh nasional seperti ka
kwarda Jawa Barat yang juga mantan Wagub Jabar yaitu Dede Yusuf, Menko Kesra
dan Sumber Daya Manusia Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga, Gubernur
Lampung, Menteri Kehutanan, sementara itu Presiden Jokowi tidak bisa hadir
karena ada kegiatan lain. Keluar sebagai juara umum adalah kontingan pramuka
SMA dari Kwarda Jambi.
[Daffa&Reyhan/Majalah
intajiyah]
LPIT Thariq Bin Ziyad Lakukan Rapat Rutin Fokus A3B untuk Tingkatkan Kualitas dan Pelayanan Pendidikan
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Jumat, Februari 13, 2015
(Foto : Bapak H. Andang Hendar, Dr. H. Sa'duddin MM, dan Drs H. Muhammad)
Pada rapat tahunan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan LPIT Thariq Bin Ziyad beserta bidang-bidang yang ada di bawahnya, pimpinan sekolah mulai dari TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT. Rapat ini sekaligus merupakan persiapan sekolah memasuki tahun pelajaran baru 2014-2015, pada rapat tersebut kembali ditegaskan oleh direktur LPIT Thariq Bin Ziyad bapak H. Andang Hendar SE, MM bahwa tema Radin tahun ini adalah kita akan kembali “Menguatkan Simpul Akhlak Al-Quran Akademik dan Bahasa Menuju Trendsetter Sekolah Islam Unggulan”.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak Radin tahun 2013 lalu, LPIT Thariq Bin Ziyad telah merumuskan konsep dan strategi lengkapnya dalam rangka membangun masyarakat dan generasi yang SHALEH dan CERDAS. Berdasarkan cita-cita dari para pendiri Yayasan Thariq Bin Ziyad terutama yang terkait dengan visi, misi dan prinsip-prinsip umum pendidikan islam terpadu, program-program unggulan dan reguler dari sekolah islam terpadu yang telah dikembangkan di Thariq Bin Ziyad dari mulai awal berdiri sampai sekarang sedang berkembang.
Maka memasuki tahun pelajaran 2013-2014 lalu telah dirumuskan suatu konsep besar yang merangkum semuanya yang dikenal dengan A3B yaitu Akhlak, Al-Quran, Akademik dan Bahasa. Konsep tersebut terdiri dari langkah-langkah penting sukses A3B baik di dalam atau di luar kelas, pencapaian citra sekolah yang terdiri dari 6 butir yakni Amanah, Bersih, Disiplin, Berprestasi, Peduli Lingkungan dan Berketerampilan Hidup, serta upaya-upaya optimalisasi maupun inovasi yang bisa dilakukan menuju trendsetter sekolah islam unggulan.
Pengambilan tema yang sama pada Radin kali ini diakui oleh sebagian peserta dari PQH (Pembinaan Quran dan Humas) sangat tepat karena selama setahun perjalanan A3B tentunya masih banyak hal yang harus dievaluasi bersama, didiskusikan dan diberi solusi. Sebagai contoh misalnya dari sisi Al-Qur’an, pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya standar nilai kelulusan sertifikasi siswa siswi Thariq Bin Ziyad adalah mereka yang memperoleh jumlah skor sebanyak 275. Maka pada tahun ini PQH telah merekomendasikan standar minimal lulus sertifikasi Al-Quran jumlah skornya adalah 300.
Jumlah skor tersebut terdiri dari skor nilai kelancaran, skor nilai makhroj, skor nilai tajwid dan skor nilai mad. Sehingga jika dirata-rata dari jumlah skor minimal 300 tersebut nilai minimal 6 koma sekian. Begitu juga dari sisi akhlak, akademik dan bahasa, maka melalui Rapat Dinas (RADIN) tahun 2014 semua pimpinan optimis akan mampu membawa siswa-siswi Thariq Bin Ziyad mulai dari TKIT, SDIT, SMPIT sampai SMAIT akan meningkat secara kualitas dan kuantitas, baik dari sisi akhlak, al-Quran, akademik maupun bahasa.
Di bidang bahasa pada tahun ini divisi bahasa melalui sang manajer bapak Eed Kartawirana, S.Pd bertekad akan memperkuat program pembelajaran dan pembiasaan berbahasa asing terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris. Mulai dari WI Class yang ada di SMPIT Thariq Bin Ziyad, IP Class yang ada di SMAIT Thariq Bin Ziyad, semua guru-guru bahasa Inggris mulai dari TKIT, SDIT, SMPIT baik yang fullday school maupun yang boarding school sampai SMAIT. Insya Allah divisi bahasa akan mengawal dan meningkatkan prestasi bahasa Inggris para guru dan siswanya.
Di bidang akademik sejak tahun pelajaran 2013-2014 lalu SDIT dan SMAIT Thariq Bin Ziyad sudah dipercaya untuk menjadi sekolah sasaran inti penerapan kurikulum 2013. Hal ini menunjukan bahwa LPIT Thariq Bin Ziyad selain dipercaya oleh masyarakat juga dipercaya oleh pemerintah dalam upaya mendidik dan mencerdaskan tunas-tunas bangsa menuju masyarakat Indonesia yang shaleh dan cerdas. Oleh karena itu divisi pendidikan yang dipimpin oleh ibu Sri Khobzah, S.Pd terus menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas nilai akademik siswa, sekolah dan lembaga
.
Pada tahun pelajaran yang akan kita hadapi tahun ini (yaitu 2014-2015) Thariq Bin Ziyad sudah akan memasuki tahun kedua pelaksanaan kurikulum 2013 yaitu di kelas 1, 2, 4, 5, 7, 8, 10, dan 11 (SDIT, SMPIT dan SMAIT). Baik sekolah yang berada di jalur fullday school maupun yang berasrama atau boarding school, LPIT Thariq Bin Ziyad memberikan pelayanan yang sama tentang A3B sehingga bagi orangtua murid akan sama-sma merasakan bagaimana hasil dari A3B tersebut.
Baik tentang hasil maupun layanan LPIT Thariq Bin Ziyad senantiasa melakukan perbaikan melalui supervisi kinerja dan pelayanan serta survey hasil atau output dari A3B itu sendiri. Semoga di tahun 2014-2015 ini kualitas dan kuantitas, pelayanan dan output bisa lebih baik dan lebih meningkat, karena Thariq Bin Ziyad telah bertekad untuk selalu menjadi yang terbaik atau menjadi TRENDSETTER Sekolah Islam Unggulan baik di tingkat nasional maupun internasional. Allahu Akbar. Wallahu A’lam. [DM]
Selasa, 10 Februari 2015
#KonsultasiPendidikan-2 : Di sekolah Islam terpadu itu berapa persen pelajaran agama dan berapa persen pelajaran umum?
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Selasa, Februari 10, 2015
(Bersama Bapak Bambang Setiawan, Staf Ahli Direktur LPIT Thariq Bin Ziyad)
Pertanyaan:
Di sekolah Islam terpadu itu berapa persen pelajaran agama
dan berapa persen pelajaran umum?
(IFL, di Prumnas Klender)
Jawaban:
Saya tidak mengetahui secara persis apa yang
melatarbelakangi munculnya pertanyaan ini. Apakah karena adanya kategorisasi
sekolah: pesantren, madrasah, dan sekolah umum? Atau karena faktor lain. Kalau
melihat dari sisi kategorisasi tersebut, tentu kita dapat mengetahui secara
jelas perbedaan antara ketiga jenis pendidikan tersebut. Akan tetapi setelah
itu muncul lagi istilah baru dalam dunia persekolahan: “Sekolah Islam Terpadu”.
Apanya yang terpadu? Bagaimana pelajaran agamanya? Berapa lama waktu
belajarnya? Bagaimana kualifikasi guru-gurunya? Dan pertanyaan lain yang ada di
benak pembaca semuanya.
Walaupun banyak aspek yang dapat diungkap dari sekolah Islam
terpadu (SIT), kita hanya akan membahas sesuai dengan pertanyaan di atas.
SIT adalah sekolah yang memadukan pelajaran agama dan
pelajaran lainnya (baca: umum) melalui proses manajemen pembelajaran tertentu
sehingga dapat membentuk sebuah “attitude” (sikap) dari peserta didik. Istilah
“memadukan” berarti membuat supaya menjadi satu.
Artinya SIT menginginkan
peserta didiknya memiliki kompetensi akademik dan akhlak yang sudah menjadi
satu. SIT sangat memahami bahwa untuk terbangunnya akhlak bagi para peserta
didik bukan hanya bersumber dari buku paket pelajaran pendidikan agama, tapi
juga bersumber dari keteladanan para pendidik dan tenaga kependidikan (tenaga
tata usaha sekolah dan tenaga lainnya non kependidikan).
Oleh karena itu, para
tenaga pendidik dari SIT memiliki kekhasan tersendiri. Mereka direkrut melalui
proses seleksi yang mengarah pada kualifikasi keahlian professional dan sikap.
Para pendidik akan menjadi teladan bagi peserta didik. Maka sikap, kebiasaan,
mindset, intrapersonal skill, dan karakter mereka, termasuk standar pemahaman
mereka terhadap Islam, menjadi faktor yang sangat penting. Secara nyata, kita
akan melihat para tenaga pendidik di SIT adalah mereka yang menguasai bidang
pengajarannya juga memiliki sikap yang patut diteladani serta memiliki
pemahaman tentang keislaman, memenuhi standar dalam membaca Al Quran (tahsin)
dan memiliki beberapa juz hafalan Al Quran (tahfidz).
Pemahaman tentang
keislaman itu yang akan mewarnai setiap aktivitas pembelajaran di kelas maupun
dalam interaksi di luar kelas, meskipun mereka bukan guru agama. Nuansa
keislaman itu akan mewarnai semua aktivitas pembelajaran, baik pelajaran
matematika, sejarah, olah raga, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dsb.
Apabila ditinjau dari waktu belajar yang fullday, SIT
memiliki program khas yakni tahsin dan tahfidz. Program yang dapat membiasakan
para peserta didik untuk berinteraksi dengan Al Quran ini dapat dikatakan
sebagai salah satu nilai tambah dari SIT.
Kembali ke pertanyaan di atas, berapa persen pelajaran agama
dan berapa persen pelajaran umum?
Ya, benar. Para pembaca pasti sudah mengetahui jawabannya.
Di SIT tidak ada pembagian persentase pelajaran agama dan umum karena yang
terjadi adalah semua mata pelajaran disampaikan dengan atmosfir keislaman.
#KonsultasiPendidikan-1 : Kenapa perlu menyekolahkan anak ke sekolah unggulan?
[BS/DM]
Sabtu, 07 Februari 2015
DPR: Kemendikbud Harus Segera Membuat Regulasi Standar Jajanan di Sekolah
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Sabtu, Februari 07, 2015
( Foto : Dr. Surahan Hidayat )
Anggota Komisi X DPR RI Surahman Hidayat mengatakan pemerintah khususnya Kemendikbud harus segera membuat regulasi tentang standar jajanan bagi siswa dan siswi di Sekolah.
Menurut Surahman, regulasi ini berfungsi untuk melindungi siswa dan siswi dari makanan jajanan yang membahayakan.
"Saat ini tidak ada pengawasan yang ketat terhadap jajanan bagi siswa dan siswi di sekolah, sehingga kejadian keracunan akibat mengkonsumsi jajanan kerap kali terjadi," ungkap Surahman dalam siaran persnya, Jumat (6/2/2015).
Dia juga mengatakan, sistem pendidikan nasional jangan hanya berkonsentrasi pada metodologi belajar dan mengajar, tetapi harus juga memperhatikan lingkungan pendidikan.
"Perhatian kepada kualitas jajanan di sekitar sekolah harus juga diperhatikan oleh pengelola lembaga pendidikan. Masalah ini akan saya sampaikan kepada pihak Kemendikbud pada agenda rapat kerja berikutnya," tegas Surahman yang juga Ketua MKD DPR RI ini.
Dia mengharapkan kasus keracunan akibat jajanan di sekolah ini jangan sampai berulang lagi. "Jiwa generasi penerus bangsa, harus dilindungi, sebab yang di butuhkan oleh mereka tidak hanya pada aspek intelektual saja, tetapi kesehatan jasmaninya juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 117 Siswa SDN 2 Cigantang Tasikmalaya, Jawa Barat, keracunan jajanan sekolah. Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Cecep Zainal Kholis, 117 siswa SD Negeri 2 Cigantang, Kecamatan Mangkubumi itu sebagian sudah dipulangkan atau rawat jalan.
Sementara yang masih dirawat, sebanyak 22 siswa di Pukskesmas dan enam siswa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Sukardjo Tasikmalaya pada Kamis.
[pasberita].
Jumat, 06 Februari 2015
[Video] Sambutan dan Arahan Kepala SDIT Thariq Bin Ziyad, Penelusuran Minat Bakat dan Kompetensi PPDB 2015-2016
Posted By:
Majalah Intajiyah
on Jumat, Februari 06, 2015
Penerimaan Peserta Didik Baru SDIT Thariq Bin Ziyad salah satunya dengan mengadakan Penelusuran Minat Bakat dan Kemampuan Calon Siswa Baru dan Pindahan untuk tahun pelajaran 2015-2016. Pada Sabtu tanggal 7 Februari kegiatan tersebut secara bersamaan dilaksanakan di SDIT Thariq Bin Ziyad Pondok Hijau Permai di Kota Bekasi dan SDIT Thariq Bin Ziyad Perum Jatimulya di kabupaten Bekasi, berikut ini cuplikannya, selamat menyaksikan !
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)

